MANADOPOST.ID--Harus diakui, otak si akademisi yang kontroversial Rocky Gerung memang intelek berisi, namun intelektualitasnya itu berkali-kali korsleting di mulutnya yang sering error.
Itu sebabnya terucap kata-kata negatif Rocky Gerung yang tak mendidik jutaan netizen, seperti bajingan tolol ataupun dungu dan mengganggu adat ketimuran kita, tentang sopan santun dalam bertutur sapa.
“Sebagai orang Manado, kami bangga punya aset SDM langkah berkelas sekaliber Rocky Gerung yang pintar. Tapi seiring berjalannya waktu, kenapa dia mulai kebablasan kata-katanya ya,” sesal Andre T, warga Sulut.
Dia mengimbau para narasumber se Indonesia yang sering tampil di media, agar bijak dan penuh hikmat dalam bermain kata.
Karena generasi muda yang tinggal di bumi Indonesia harus dididik menjadi pribadi cerdas tapi santun.
Atas dasar itu, demi Indonesia, orang yang melontarkan kata-kata sampah terhadap simbol negara, siapapun dia, harus diberi pembelajaran.
Kritik keras dan pedas terhadap pemerintah, terbuka seluas-luasnya. Tapi bukan dengan memproduksi kata-kata seperti bajingan tolol atau dungu.
“Pelampiasan emosi seseorang terhadap kebijakan pemerintah dalam hal ini pemimpin yang dianggap keliru, bukan dengan melontarkan caci maki,” sesalnya.
Seperti diketahui, Rocky Gerung, putra Sulut yang sering manggung sebagai pembicara melontarkan statemen Presiden Jokowi bajingan tolol.
Dia pun didemo, dilapor ke polisi, sampai diserang netizen. Rocky Gerung memang sudah minta maaf tapi masih dinilai netizen kurang tulus.
Jauh berbeda dengan sang adik Prof DR Grevo Gerung, akademisi Universitas Sam Ratulangi.
Prof Grevo dikenal kalem dan sosok pelayan. Tak kurang Dahlan Iskan pernah memuji Prof Grevo, sebab dialah akademisi yang pertama kali menemukan rumput laut sebagai bahan baku kertas.
Atas prestasi keilmuannya itu, jelas memberi kontribusi nyata untuk dunia, lebih khusus lingkungan hidup.
Prof Grevo juga, orangnya low profile. Setiap kata yang tertutur dari mulutnya, sangat santun.
Sikap dan sifat Prof Grevo yang lemah lembut itu membuatnya dipilih sebagai pelayan Tuhan, di gereja tempatnya berjemaat: GMIM Getsemani Sakobar.
Gereja yang memiliki jemaat terbesar di GMIM itu, Prof Grevo bahkan pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua BPMJ. (MPO)
Editor : Clavel Lukas