Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mulai 2024 Pemerintah Jepang Akan Bantu Pendidikan di Sulut, Apa Saja Programnya ....

Tommy Waworundeng • Jumat, 11 Agustus 2023 | 14:28 WIB

 

Head Consular Office of Japan Mr Ohashi usai dialog dengan Direktur Manado Post Tommy Waworundeng di Grha Pena Manado Post
Head Consular Office of Japan Mr Ohashi usai dialog dengan Direktur Manado Post Tommy Waworundeng di Grha Pena Manado Post

MANADOPOST.ID - Head of Office Consular Jepang Ohashi Koichi MPA menyambangi Grha Pena Manado Post, Kamis (10/8). Diterima oleh Direktur Manado Post Tommy Waworundeng di lantai 5. Bahasan menarik tercipta dalam pertemuan yang penuh kehangatan. Lebih kental ketika Mr Ohashi nampak sudah lumayan fasih berbahasa Indonesia.
Diawal pertemuan, Koichi yang didampingi local staff information and culture section Consular Office of Japan ini Makassar Nurullia Zulkifli, meminta dijelaskan terkait Sulawesi Utara (Sulut). Secara gamblang Direktur Manado Post Tommy Waworundeng menjelaskan, mulai dari sejarah sampai pada kondisi saat ini dan harapan serta cita cita ke depan sebagai provinsi termaju dan pintu gerbang di Asia Pasifik.  Juga segala potensi SDA yang ada.
Tetapi Waworundeng yang juga Pemred media terbesar di Sulut itu, menjelaskan soal kelemahan daerah ini yakni SDM sehingga butuh bantuan Jepang di bidang pendidikan.

Head of Office Consular Jepang Ohashi Koichi MPA menyambangi Grha Pena Manado Post, Kamis (10/8). Diterima oleh Direktur Manado Post Tommy Waworundeng di lantai 5
Head of Office Consular Jepang Ohashi Koichi MPA menyambangi Grha Pena Manado Post, Kamis (10/8). Diterima oleh Direktur Manado Post Tommy Waworundeng di lantai 5

Usai mendengar hal tersebut, Mr Ohashi sangat terpukau dengan potensi yang ada di bumi nyiur melambai. Untuk itu, dirinya mengatakan harapannya untuk bersama mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Sulut. Salah satunya lewat program pendidikan atau Nihongo Partnetrs yang rencanannya akan segera merambah sekolah di Sulut.
Dia menjelaskan terkait program dari The Japan Foundation ini. "Setiap tahun The Jepang Foundation, khusus pendidikan bahasa Jepang, mengirimkan staf yang membantu mengajar di sekolah Indonesia. Jadi untuk membantu para guru bahasa Jepang yang ada di Indonesia," terangnya.
Kabar gembira untuk Sulut, sebab tahun 2024 program Nihongo Partners ini akan segera diterapkan. "Orang Jepang akan datang ke Sulut untuk membantu para guru bahasa Jepang. Mulai tahun depan akan dikirim ke Sulut. Jadi saya minta memperkenalkan kegiatan mereka di media. Saya sangat berterimakasih dukungan untuk memperkenalkan juga budaya Jepang," katanya.
Diketahui Nihongo Partners adalah sebagai mitra bagi guru dan siswa bahasa Jepang di SMP dan SMA di Asia. Pesertanya berkegiatan sebagai asisten kelas dan memperkenalkan juga budaya Jepang. "Saya pernah belajar di Bandung, Universitas Padjajaran. Jadi memang suasana Manado, hampir sama Bandung. Saya ingin belajar Manado dari Manado Post," ungkapnya sembari menjelang program tersebut.
Tak sampai disitu, dirinya juga menjelaskan terkait Consular Office of Japan in Makassar. "Kantor kami adalah salah satu kantor pemerintahan Jepang di Indonesia. Ada lima kantor kedutaan besar Jepang dan Konsulat Jendral jepang, saya di Makassar," katanya sembari mengatakan wilayah kerjanya adalah Sulawesi, Maluku dan Papua. "Indonesia bagian timur. Saya posisinya perwakilan pemerintah Jepang untuk wilayah kerja Indonesia bagian timur. Saya sangat merasakan bertanggung jawab untuk mempererat hubungan bilateral antara Jepang-Indonesia. Khusus di bidang pendidikan dan kerjasama ekonomi juga kerjasama di bidang sumber daya manusia. Ada juga bidang bencana, tatanegara dan bidang lainnya," tegasnya sembari memuji kemajuan yang ada di Indonesia, khususnya Sulut.
Pun dia juga menginginkan ke depan hubungan Indonesia Jepang semakin erat. "Visi misi kantor kami adalah mempererat hubungan bilateral kedua negara. Khususnya melindungi masyarakat Jepang di kawasan Indonesia  Timur. Sebab jumlah warga negara Jepang di wilayah kerja kami ada 120 orang. Di Sulut ada 45 orang. Ada juga perusahaan perkanan Jepang di Manado, yang mengekspor ikan Tuna dan Cakalang ke Jepang. Juga untuk mengurus  visa masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Jepang. Terlebih memperkenalkan budaya Jepang ke Indonesia," katanya. (rez)

Editor : Tommy Waworundeng
#Sulut #Pendidikan #Jepang