MANADOPOST.ID—Perebutan kursi Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) di Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon, superketat. Persaingan antar senior dan junior sebagaimana prediksi seolah kian terbukti setelah Daftar Calon Sementara (DCS) dirilis KPU.
Berbeda dengan dapil lain, peta kekuatan di Minahasa-Tomohon tampaknya hanya menyasar lima partai besar. Masing-masing PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, NasDem dan Demokrat.
Deretan caleg milik PDIP tampak paling mentereng. Menurunkan Robby Dondokambey, Vonny Paat, Piere Makisanti, Imelda Rewah, Rhesa Waworuntu, Melisa Gerungan, Bart Senduk dan Zerenya Pioh, line up partai berlambang banteng moncong putih bak skuad ‘Los Galacticos’. Dipenuhi para bintang.
Semuanya mampu menjadi mesin pendulang suara. Empat di antaranya incumbent. Melisa Gerungan, Imelda Rewah, Vonny Paat dan Rhesa Waworuntu.
Melisa Gerungan, milenial dari Kakas, Putri dari Hengky Gerungan (Ketua Tim Pemenangan ROR-RD Tahun 2019), mengumpulkan 25.631 suara atau nyaris mencapai 10 persen dari daftar pemilih Minahasa-Tomohon pada pemilihan 2019.
Putri dari Ketua Komisi Pelayanan Wanita/Kaum Ibu (W/KI) Sinode GMIM periode 2014-2018 Meita Wala ini, diyakini masih kans menyegel satu kursi. Incumbent Vonny Paat juga masih kuat. Perolehan suara istri dari Jantje Rau waktu lalu mencapai 16.671 suara.
Sedangkan incumbent Rhesa Waworuntu dan Imelda Rewah harus bergelut di lingkaran pendulang suara. Rhesa duduk melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Alm Fanny Legoh yang sebelumnya meraup 12.724 suara. Sehingga kali ini akan menjadi ajang pembuktian bagi Rhesa. Demikian Imelda Rewah wajib mempertahankan perolehan suara Tahun 2019 yakni 13.534 dengan basis wilayah Minahasa.
Di nomor urut 1, ada Ketua DPC Minahasa Robby Dondokambey (RD). Dia diyakini bakal jadi vote getter PDIP. RD yang merupakan Wakil Bupati Minahasa aktif, diketahui telah membangun jaringan seantero Minahasa. Masa militannya pun mulai terbentuk di seluruh wilayah.
Kemudian dari pendatang baru. PDI P menurunkan Zerenya Pioh. Srikandi muda Tondano ini, siap bersaing dan meraup suara signifikan. Zerenya sudah aktif dan dikenal masyarakat. Anak dari Ketua DPRD Minahasa Glady Kandouw dan Edwin Pioh ini, jangan dipandang sebelah mata. Satu kursi di DPRD Sulut siap disegel. Ponakan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, tersebut pasti mendapat dukungan penuh dari paman tercinta. Diketahui, masa militan Steven Kandouw signifikan di Minahasa.
Ada juga Pieree Makisanti. Saat ini dia adalah anggota DPRD Minahasa dua periode dari Dapil I Tondano Raya Kabupaten Minahasa. Jumlah suaranya di dapil I waktu itu 3.228 atau hanya selisih 246 suara dengan Glady Kandouw di dapil yang sama pada Pemilihan Anggota DPRD Minahasa Tahun 2019. Pierre merupakan Putra dari Denny Makisanti, eks Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bitung dan eks Kepala KPP Kota Manado.
Sementara di Kota Tomohon, PDI-P mengutus saudara kandung Ketua DPC PDIP sekaligus Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, yakni Bart Senduk. Eks Ketua Dewan Pengurus Kota (DPK) PKP (sekarang PKPI), diyakini mampu mengumpulkan suara signifikan di Tomohon.
Lebih lagi, BS sapaannya, punya pengalaman jadi Anggota DPRD Provinsi dari PKPI periode 2014-2018 yang kemudian di-PAW setelah resmi bergabung PDI-P pada 2018.
Target PDIP di dapil ini sebanyak 4+1. Otomatis demi mencapai target, harus kerja keras. "Target kita di Dapil Minahasa-Tomohon empat plus satu," ungkap Ketua DPC PDIP Minahasa Robby Dondokambey.
Di sisi lain, PDIP harus kerja keras mempertahankan perolehan empat kursi. Mengingat skuad yang diturunkan Partai Golkar (PG) kali ini juga dibanjiri figur populis dan sarat pengalaman. Bisa menjadi 'ancaman' serius bagi PDIP dan parpol lain peraih kursi saat ini.
Dua incumbent yakni Careig Runtu dan Inggried Sondakh diprediksikan mampu mendulang suara signifikan. Careig dikenal punya massa militan yang loyal kepada keluarganya. Diketahui sang ayah Stefanus Vreeke Runtu (SCR) memiliki basis tradisional di banyak wilayah di Minahasa. Pun dengan Inggried. Putri mantan Gubernur A.J. Sondakh ini, populer di kalangan masyarakat bawah.
Lalu bergabungnya Syerly Adelyn Sompotan alias SAS, makin memperkuat partai berlambang pohon beringin tersebut. Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulut Tahun 2014 itu bisa meraup suara signifikan ke provinsi. Wakil Wali Kota Tomohon 2015-2020 ini memiliki massa militan di Kota Bunga.
Kemudian ada Ketua PG Kota Tomohon Ir Miky Wenur MAP. Sebagai Anggota DPRD Kota Tomohon, Ketua Perbakin Kota Tomohon ini punya simpatisan loyal, siap kerja keras meraih satu kursi. Istri Senator Stefanus BAN Liow, memiliki basis massa di kalangan W/KI dan P/KB GMIM Rayon Tomohon dan Minahasa. Ada juga Febry Suoth merupakan Sekretaris DPD II Golkar Minahasa dan Tokoh P/KB GMIM Rayon Minahasa.
Sementara itu, perlu semangat kuat dan soliditas partai, jika Demokrat ingin memperoleh kursi. Karena diketahui saat ini, belum ada kursi milik partai berlambang mercy dari Minahasa-Tomohon di DPRD Sulut. Karenanya Roger Mamesah dan Roger Mamesah yang jadi tumpuan kali ini wajib bekerja keras.
Ivan Sarundajang, Wakil Bupati Minahasa periode 2013-2018, dipercaya mampu mengangkat suara Demokrat. Sedangkan Roger Mamesah saat ini sebagai Ketua Demokrat Minahasa sekaligus Bendahara DPD Demokrat Sulut. Sosok low profile ini punya barisan pendukung fanatik di Wilayah Minahasa. Menariknya, sosok Marthen Manopo yang sebelumnya digadang ikut bertarung justru tak nampak di DCS. Padahal, Ketua DPC Partai Demokrat Tomohon ini punya modal konstituen waktu maju ke DPRD Provinsi Tahun 2019. Dia juga mantan Wakil Ketua DPRD Sulut.
Lanjut dari Partai NasDem masih mempercayakan kader muda potensial Braien Waworuntu yang juga merupakan Ketua Partai NasDem Minahasa. Ketua Pemuda Pancasila Sulut ini sudah membuktikan power politiknya dengan meraih 10.667 suara pada pemilihan 2019. BW, sapaannya, kans satu kursi. Ada juga pendatang baru Juan Marchelinus Salvador Gerungai. Putra Ketua DPD Nasdem Tomohon Cherly Mantiri yang siap beri kejutan. Figur muda sarat prestasi ini belakangan, kian santer bergerilya mengumpulkan dukungan di Kota Sejuk.
Dari Partai Gerindra juga telah mengantisipasi pertarungan sengit yang tersaji. Gerindra mengutus Sendy Rumajar. Sendy adalah Ketua DPC Partai Gerindra Tomohon. Di belakang politisi milenial ini, ada support yang kuat massa fanatik sang ayah, eks Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar alias Epe, sosok politisi Kota Bunga yang dicintai masyarakat Tomohon. Incumbent Herol Kaawoan juga bisa jadi kuda hitam. Meskipun masuk sebagai PAW Wenny Lumentut, kini dia tambahan konstituen yang disasar selama jadi legislator provinsi.
Pengamat Politik Frederik Lolong mencermati komposisi calon yang diusung, kemungkinan besar terjadi perubahan jumlah kursi DPRD Provinsi Dapil Minahasa-Tomohon. "Terutama untuk parpol besar, ada kans ketambahan kursi," nilainya.
Namun demikian, keunggulan seperti modal basis massa dan kekuasaan yang digenggam saat ini harus dibarengi dengan kerja solid dan kompak. “Jangan sampai justru, logistik pemilu menyasar kalangan sendiri alias tim sukses,” saran dia.
Senada, Pemerhati Pemerintahan Kota Tomohon Danny Tular menilai bukan hal baru jika dalam proses pencalonan atau tahun politik bertebaran figur yang getol menjual program kerja. Meski saat dipercaya mengemban amanah nanti, kualitas kerjanya sebagai penyambung lidah rakyat, justru jauh dari janji yang dikampanyekan.
"Intinya, kerja sebagai wakil rakyat itu harus konkrit. Jangan nanti ada mau nya seperti sekarang baru mendekati rakyat. Setelah terpilih nanti, boro-boro teguh dan sapa rakyat. Kaca mobilnya langsung tertutup rapat. Apalagi bagi mereka yang sudah jadi langganan. Banyak permasalahan lintas sektor yang harus diseriusi. Suarakan aspirasi rakyat, bukan kepentingan partai apalagi pribadi!,” seru Tular. (yol/ler/jen)
Editor : Jendry Dahar