MANADOPOST.ID - Bule bule Amerika senang ikut menari tarian perang bangsa Minahasa yakni tari Kabasaran di Peresmian Jemaat RCA Pertama di New Hampshire AS.
Peresmian berdirinya Jemaat RCA (Reformed Church in America) untuk pertama kalinya di New Hampshire (NH), Amerika Serikat (AS), Minggu (10 September 2023) waktu setempat.
Di mana dalam acara tersebut turut dimarakkan dengan tarian tradisional asal Minahasa “Kabasaran”.
Menariknya, dua dari empat penari Kabasaran melibatkan langsung pria bule yang merupakan anggota jemaat RCA New Hampshire.
Dua bule itu memakai pakaian Kabasaran dan menarikan tarian perang tersebut.
Sesekali matanya melotot dan melakukan demonstrasi memotong lidanya dengan pedang. Bunyi tambor menambah semangat bule bule Amerika tersebut menari seperti kerasukan roh para Tonaas bangsa Minahasa.
Tak hanya Kabasaran. Ada juga Tarian Lenso khas Maluku, serta alunan musik angklung yang dimainkan wanita kaum ibu.
Tarian Lenso menjadi penyambut para tamu, sedangkan Kabasaran mengiring tamu seusai acara ibadah menuju ruangan selebrasi sekaligus jamuan makan.
Sambil meneriakkan pekik “I Yayat U Santi!” berkali-kali, penari Kabasaran mengiring para Rohaniwan RCA masing-masing Rev. Liz Testa (Coordinator for Women's Transformation and Leadership RCA), Rev. Kramer-Mills (Executive Director RCA Classis of New Brunswick, NJ), Rev. Fransisca Rumokoy-Watulangkow (Executive Director The Council RCA for Pacific and Asian American Ministries) dan Rev. Jelty Parengkuan Ochotan selaku Pastor di Jemaat First Reformed Church of New Hampshire yang baru saja diresmikan.
Acara peresmian RCA di New Hampshire ini diawali ibadah yang dipimpin langsung Rev. Jelty Parengkuan-Ochotan. Seusai khotbah, Rev. Kramer-Mills di hadapan jemaat dan disaksikan utusan dari RCA klasis New Brunswick menyatakan bahwa proses dan tahapan bergabungnya jemaat baru RCA New Hampshire yang tergabung dalam klasis New Brunswick, telah berproses dan secara penuh telah memenuhi syarat untuk menjadi anggota jemaat RCA secara resmi.
“Dalam nama Tuhan Yesus dan sesuai otoritas RCA klasis New Brunswick yang ada, dengan ini saya menyatakan berdirinya Jemaat Reformed Church in America (RCA) di tempat ini (New Hampshire),” ungkap Rev. Kramer-Mills setelah sebelumnya mendengarkan persetujuan yang disampaikan sejumlah utusan klasis RCA New Brunswick yang hadir.
Sebelumnya, Rev. Liz Testa dan Rev. Kramer-Mills juga menitip salam hangat dari Sekretaris Jenderal RCA, Eddy Aleman untuk jemaat yang baru bergabung dalam RCA. Anggota Jemaat First Reformed Church of New Hampshire sendiri sebagian besar adalah diaspora Indonesia yang tinggal dan menetap di AS. Mayoritas jemaat RCA NH adalah warga kawanua, dan sebagian dari Maluku dan Sumatera Utara serta daerah lainnya di Indonesia. Di akhir acara ibadah peresmian, anggota jemaat dan para rohaniwan serta para undangan menikmati jamuan kasih bersama. (fp) Editor : Tommy Waworundeng