Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Diakui Royke Lumowa, Tak Mudah Taklukkan Medan China Utara

Angel Rumeen • Kamis, 14 September 2023 | 08:47 WIB
EKSPLORE: Royke Lumowa memakai baju khas orang Tibet.
EKSPLORE: Royke Lumowa memakai baju khas orang Tibet.

MANADOPOST.ID-Irjen Pol (Purn) Royke Lumowa sudah tiba di Tibet. Dalam perjalanannya keliling dunia dengan bersepeda.

Menjajal medan China bukan hal gampang. Ini diceritakan eks Kapolda Sulut ini di akun Instagram @roykeworldcycling. Tak hanya bercerita, Lumowa membagikan foto-foto indah perjalanannya.

Rute China utara, Tibet, Nepal diakuinya adalah rute yang cukup berat. Sehingga persiapan untuk melewatinya harus benar-benar matang dan penuh perhitungan.
Ketika berada di Kota Shangri La, Lumowa menuturkan, titik dimana dia melakukan aklimatisasi.

“Di sini saya beristirahat sejenak beberapa hari untuk penyesuaian tubuh terhadap ketinggian, suhu, tekanan, udara dan cuaca setempat. Dan tentunya tidak ada aktivitas berat yang saya lakukan, karena harus disiplin dengan proses aklimatisasi demi kesiapan fisik yang prima,” bebernya.

Memang dari postingan yang diunggah Lumowa, medan yang dia lewati cukup berat. Bahkan mantan Kakorlantas Polri ini sudah disambut hujan dan kabut di ketinggian, di awal rutenya di China utara.

Bahkan menurutnya, Tibet dan Nepal bakal lebih menantang dari sekadar hujan dan kabut.

“Banyak sekali dinamika di jalan yang saya jumpai. Namun sesuai misi saya, mengusung safety driving/safety road. Not only cycling,” tukasnya.

Lumowa tampak ikut membenarkan cone yang jatuh, yang ditemuinya di jalan yang dilintasi. “Tak ada salahnya memperbaiki ke tempat semula demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

Perjalanan dari Lijiang ke Shangri La, kata Lumowa, menguji fisik dan mental. Karena sudah menuju ketinggian.

Rutinitas yang dia lakukan saat berada di satu tempat yakni mampir ke pasar tradisional. Sekaligus ikut belanja perbekalan buah.

Tak hanya buah, Lumowa sempat belanja madu dari petani lebah yang ditemui di tengah perjalanan. Tak segan dirinya mengobrol dengan penduduk setempat untuk mengenali medan yang akan dilalui.

Dalam proses aklimatisasi, Lumowa mengisinya dengan mengekspore tempat-tempat tertentu. “Saya tertarik menyewa baju khas orang Tibet, sambil jalan-jalan cari cemilan,” katanya.(*)

Editor : Angel Rumeen