MANADOPOST.ID-Organisasi Masyarakat (Ormas) Manguni Indonesia angkat bicara terkait video viral di media sosial yang menyatakan dukungan kepada salah satu bakal calon presiden (capres).
Dalam video itu, nampak seseorang membacakan nama-nama ormas di Sulut yang mendukung salah satu bakal capres. Di dalamnya juga disebutkan Manguni Indonesia.
Hal tersebut mengundang reaksi dari ormas Manguni Indonesia di seluruh nusantara.
Ketua Umum Manguni Indonesia, Roger Koraag langsung merespon keras nama terkait Manguni Indonesia yang dicatut mendukung salah satu capres.
"Saya selaku Ketua Umum Manguni Indonesia tidak pernah mengarahkan mendukung salah satu capres," tegas Koraag, Sabtu (16/9).
Menurutnya, Manguni Indonesia adalah ormas yang independen, bermartabat dan humanis yang tidak terlibat dalam politik praktis.
Dia pun meminta agar oknum-oknum yang mencatut nama Manguni Indonesia untuk mempertanggungjawabkan itu.
"Mohon perhatian dari pihak-pihak yang mencatut nama Manguni Indonesia agar membuat klarifikasi atas pernyataan itu," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW Manguni Indonesia Sulut, Jhon Hes Sumual mengaku tidak memberikan arahan ataupun pernyataan resmi soal ormas Manguni Indonesia mendukung salah satu capres.
"Tidak ada pernyataan resmi atas nama organisasi maupun pengurus Manguni Indonesia Sulawesi Utara menyangkut dukungan terhadap peserta pemilu. Baik itu di pilpres maupun pileg," tegasnya.
Dia pun menekankan bahwa, kalau hanya dukungan secara pribadi, hal itu pasti ada. Karena sudah menjadi hak sebagai warga negara untuk memberikan dukungan.
"Dukungan pribadi jelas ada. Tapi secara organisasi, itu tidak ada pernyataan resmi," tandasnya.
Ditambahkannya, dalam ormas Manguni Indonesia itu, pengurus maupun anggota punya pilihan masing-masing secara pribadi.
"Dan bukan mengatasnamakan organisasi. Jadi sekali lagi, tidak ada menyatakan secara organisasi bahwa Manguni Indonesia mendukung salah satu capres. Itu tidak ada," pungkasnya.
Dirinya pun memastikan bahwa tidak ada pengurus ataupun anggota Manguni Indonesia secara organisasi yang hadir dalam pertemuan beberapa ormas yang menyatakan dukungan.
"Kalau pernyataan resmi dan sah seyogyanya itu dilengkapi data dan di tandatangani," pungkasnya. (*)
Editor : Angel Rumeen