MANADOPOST.ID--Gelaran tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024 terus bergulir. Selaras dengan itu, pengawas pesta demokrasi meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. Tanpa terlibat aktif dalam proses Pemilu Serentak, lebih-lebih dalam waktu dekat tahapan kampanye bakal dilaksanakan.
Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Kota Tomohon Stenly Kowaas, di sela pelaksanaan Deklarasi Damai dan Simulasi Sispamkota dalam rangka Pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2024, di Lapangan Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Utara, Jumat (22/9 lalu.
"Sudah ada surat imbauan yang kita (Bawaslu, red) bagikan ke skpd-skpd, kecamatan hingga kelurahan. Yang maksudnya tak lain, untuk mengingatkan kepada para ASN, untuk tidak terlibat dalam politik praktis di Pemilu Serentak Tahun 2024. Apalagi dalam waktu tak lama lagi, tahapan kampanye akan dilaksanakan," ungkap Kowaas, ketika diwawancarai awak media.
"Menciptakan situasi menjelang kampanye, di saat kampanye hingga pasca kampanye agar ASN tetap bersikap netral," sambungnya.
Disentil terkait langkah Bawaslu bilamana terjadi pelanggaran netralitas ASN. Kowaas bilang, hal tersebut pastinya akan ditindaklanjuti. Selebihnya, pihak Bawaslu akan mengkaji dan meneruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
"Silakan saja, terbuka bagi semua pihak untuk melaporkan, jika memang terindikasi melanggar netralitas ASN pastinya akan diproses. Tentunya kita mengacu kepada aturan, seperti yang tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94, bahwa ASN itu harus netral. Dan kami berharap, seluruh ASN dapat menjunjung tinggi nilai-nilai netralitas," papar Kowaas.
Sembari menambahkan, ada dua poin tematik terkait Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang punya korelasi dengan karakteristik Kota Tomohon. Yakni money politik dan tentunya netralitas ASN. (yol)
Editor : Julius Laatung