MANADOPOST.ID--Kekejaman Gerakan 30 September 1965 (G-30S) hampir sama alias 11-12 dengan masa penjajahan Jepang, sebelum akhirnya Nippon menyerah akibat Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat.
Nah, penjajahan Jepang 1942-1945 itu meninggalkan jejak sejarah, salah satunya adalah Gua, tempat penyiksaan romusha atau para pekerja paksa, sekaligus benteng pertahanan Nippon.
Di Sulawesi Utara, Gua Jepang bisa dilihat yang tiga di antaranya terdapat di ujung Tonsea Lama-Tondano, Desa Sawangan-Minut dan Jalan Raya Kawangkoan-Tomohon.
Sayangnya, pantauan jurnalis, tiga Gua Jepang ini terbiar, dan tidak terurus. Bahkan telah menghadirkan kesan angker.
Padahal bila diurus dan dikelola profesional, peninggalan bersejarah Gua Jepang ini bisa mendatangkan omzet pariwisata. Misalnya disulap menjadi wisata ‘hantu-hantu’.
Seperti wisata kuliner yang doeloenya tidak dispesifikkan tapi sekarang booming. Begitupun wisata di tempat angker, bisa dikategorikan hal baru.(*)
Editor : Clavel Lukas