Jika dirinya dipercaya menjadi Panglima Kodam XIII/Merdeka yang berpusat di Manado, Sulawesi Utara, yang pertama ia usulkan adalah pergantian nama Kodam.
Menariknya, Mayjen Rano condong menyematkan nama pahlawan nasional Robert Wolter Mongisidi sebagai nama Kodam yang baru.
‘’Jika Tuhan berkenan dan saya dipercaya pimpinan menjadi Pangdam di Manado, saya akan usul nama Kodam XIII/Merdeka diganti menjadi Kodam XIII/Wolter Mongisidi,’’ kata Mayjen Rano Tilaar.
Wacana itu dilontarkan Mayjen Rano Tilaar saat diwawancarai wartawan asal Sulut Joppie Senduk, yang videonya kini viral di media sosial.
‘’Tentu tidak lantas ganti begitu saja. Butuh kajian komprehensif. Apalagi ini nama kesatuan TNI yang tertinggi di daerah. Tapi ini adalah salah satu kearifan lokal yang akan kita sematkan. Jika itu terwujud, kita akan merasa bangga, sebab putra-putri Sulut yang kini menjadi pahlawan nasional makin dihargai pemerintah kita. Tentu saya mengusulkan sesuai dengan prosedur di internal TNI Angkatan Darat,’’ katanya.
Keinginan dan wacana yang dilempar Mayjen Rano Tilaar disambut hangat oleh adik kandung Wolter Mongisidi, Letkol (Pur) Robby Herman Mongisidi.
Pria yang kini berusia 86 tahun itu mengucapkan terima kasih kepada Mayjen Rano Tilaar yang mengapungkan nama kakaknya sebagai calon pengganti nama Kodam XIII/Merdeka.
‘’Kami selaku keluarga tentu senang dengan usulan itu. Apapun yang terbaik, jika disetujui pemerintah, sebagai adik kandung Bote, saya atas nama keluarga menerima dengan senang hati,’’ tutur Om Robby, panggilannya.
Bote adalah nama panggilan Robert Wolter Mongisidi. Dari 11 kakak beradik, kini tersisa Letkol (Pur) Robby Herman Mongisidi dan Ny Marry Mongisidi adik kandung Bote yang masih hidup.
‘’Puji Tuhan, masih diberi kesehatan di usia sekarang ini,’’ ucap ayah dari Ellen dan Rinny Mongisidi ini.
Letkol Pur Robby Herman Mongisidi adalah anak ke-10 dari 11 bersaudara. Ia lama menjabat Kakansospol (Sekarang Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud. Yaitu sejak 5 Juli 1986 hingga 1993, yakni saat ia memasuki usia pensiun sebagai TNI pada umur 55 tahun.
Robby mengikuti jejak kakaknya Bote sebagai tantara. Ia masuk TNI di Makassar Sulawesi Selatan pada 1955.
Ini Kakak Beradik Keluarga Petrus Mongisidi dan Lina Suawa
1. Leonard Yohanis Mongisidi (L) 15-08-1919 – 20-11-1922
2. Joutje Evert Mongisidi (L) 21-01-1921 – 26-03-2001
3. Jan Albert Mongisidi (L) 14-04-1922 – 22-11-2005
4. Robert Wolter Mongisidi (L) 14-02-1925 – 05-09-1949 (Wafat di Usia 24 Tahun)
5. Nani Hodau Mongisidi (L) 22-07-1927 – 30-04-1930
6. Yopie Matilda Mongisidi (P) 07-03-1929 – 18-03-1983
7. Ruth Mongisidi (P) 19-05-1931 – 19-01-1969
8. Corry Agustin Mongisidi (P) 31-01-1933 – 08-03-1989
9. Marry Margaretha Mongisidi (P) 13-02-1935 – 88 tahun
10. Robby Herman Mongisidi (L) 25-09-1937 – 86 tahun
11. Piter Dayou Mongisidi (L) 06-10-1939 – 15-11-1940
Siapa Mayjen Rano Tilaar? Nama lengkapnya Mayor Jenderal TNI Rano Maxim Adolf Tilaar SE. Ia kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 4 Juni 1969, sejak 27 September 2023 mengemban Amanat sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhanas.
Mayjen Rano lulusan Akademi Militer 1993. Ia berpengalaman dalam infanteri (Kopassus).
Mantan Wakapuspen TNI itu bersitrikan Ny Tanya Tengker SE MBA. Mereka dikraniai tiga anak, Dennis Tilaar, Nadinda Tilaar dan Darren Tilaar.
Sementara itu, nama Bote banyak diabadikan pada beberapa gedung dan lembaga resmi pemerintah di Sulut maupun di luar Sulut. Khusus di Sulut, ada Jalan RW Mongisidi yang membentang dari Kelurahan Bahu hingga batas kota Kelurahan Malalayang Dua, Manado. Lalu ada pula Gedung Olahraga Robert Wolter Mongisidi (Gedung KONI) di Sario, Manado. Berikut namanya juga diabadikan sebagai nama Rumah Sakit TNI RW Mongisidi di Teling, Manado.
Makam Bote hingga sekarang tetap di Makassar Sulawesi Selatan. ‘’Sempat diminta keluarga dan Pemerintah Sulut dipindahkan ke Manado, tapi Pemprov Sulses menolak. Kami tak bisa memaksa karena warga Sulses juga merasa sangat memiliki sosok Bote. Apalagi dia berjuang melawan Belanda dari Makassar. Kita menghargai apa yang menjadi keputusan Pemprov Sulsel,’’ ucap Om Robby, yang kini menikmati masa tuanya di rumahnya di Jalan Siswa (Pramuka) Sari, Manado.(hpn)
Editor : Tanya Rompas