Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Umat Kristen Keliru Bela Yahudi Israel, Tahun 70 Masehi Yahudi Dihukum Tuhan Karena Salibkan Yesus

Tommy Waworundeng • Jumat, 20 Oktober 2023 | 17:38 WIB


Ilustrasi Yesus bersama murid muridnya ebelum ditangkap dan disalibkan
Ilustrasi Yesus bersama murid muridnya ebelum ditangkap dan disalibkan

MANADOPOST.ID -Perang Israel dan kelompok pembela Palestina Hamas, terus berkobar.  Perang ini sudah berulangkali terjadi di tanah yang bagi Yahudi, Kristen, dan Islam sebagai tanah suci kudus (Holly Land/Al'Quds).

 

Peperangan ini berulangkali pecah sejak Yahudi  (salah satu Bani Israel)  kembali ke Sion dan mendirikan negara Israel tahun 1948.

 

Kenapa Yahudi disebut kembali ke Sion? Karena tahun 70 Masehi Yahudi terusir dari tanah Yehuda dan dari Kota Yerusalem Bukit Sion  Jika tahun 1948 Yahudi bisa kembali ke Sion dan bisa mendirikan negara Israel, berarti Yahudi terusir dari tanah perjanjian selama 1878 tahun.

 

Kenapa Yahudi terusir dari tanah Yudea  Israel Selatan dan dari Kota Yerusalem?

 

Karena Yahudi menolak Yesus Kristus sebagai Mesias atau sebagai Kristus.  Yahudi tolak Yesus sebagai Juru Selamat bagi umat Yahudi.  Apalagi Yesus sebagai Tuhan, sangat ditentang Yahudi.  Begitu juga Yesus sebagai Firman yang hidup dan Tuhan Allah yang turun ke bumi dalam wujud manusia, sangat tidak diterima  akal sehat  umat Yahudi.

 

Yesus mengatakan sudah ada sebelum Daud dan bahkan sebelum Dunia ini dijadikan, tidak diterima orang orang Yahudi.

 

Yahudi menginginkan Mesias seperti Raja Daud. Karena tahun 1000 Sebelum Masehi atau sebelum Mesias lahir,  Raja Daud menjadi penyelamat dan pelindung bagi bangsa Yahudi dan Bangsa Israel dari ancaman bangsa bangsa lain di sekitar Israel.

 

Karena itu Yahudi menolak Yesus sebagai pelindung dan penyelamat bagi mereka.  Karya keselamatan yang ditawarkan Yesus, tidak diterima umat Yahudi.

 

Bahkan Yahudi  anggap karya keselamatan yang diajarkan Yesus bagi orang Israel saat itu  adalah  ajaran sesat.  Bahkan dianggap  merubah  hukum Taurat.

 

Karena itu Yahudi bersepakat untuk membunuh Yesus.

 

Lalu bagaimana ceritanya Tuhan menghukum Yahudi? Berikut cerita sejarah Tuhan menghukum Yahudi yang dikutip dari injil injil dalam AlKitab Perjanjian Baru.

 

Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"

 

Seperti dalam Injil  Matius 27:1-26  ketika Yesus diseret oleh orang orang Yahudi ke hadapan Gubernur  Pontius Pilatus.  Dan utusan Romawi itu bertanya kepada orang orang Yahudi.

 

Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"  

 

Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"

Perhatikan kalimat terakhir yang sejalan dengan nubuat Yesus soal penghukuman Tuhan terhadap Bangsa Yahudi yang telah membunuh Yesus  dan membunuh nabi nabi lainnya yang diutus Tuhan untuk selamatkan umat pilihannya  itu. Kalimat tersebut yakni:

 

“Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" Kalimat itu disampaikan rakyat Yerusalem kepada Gubernur Yudea (utusan Romawi) Pontius Pilatus, setelah mereka mendapat hasutan tua tua Yahudi, ahli ahli Taurat, dan orang orang Farizi.


Mereka semua merupakan pemuka Agama Yahudi. Bahkan termasuk Makamah Agama Yahudi (Sanhendrin).

 

Tetapi sehari  sebelum Yesus disalibkan di Bukit Golgota, Yesus sudah menyampaikan penghukuman yang akan diberikan kepada orang orang Yahudi yang tinggal di Yerusalem, Ibukota Kerajaan Yehuda atau Israel Selatan.

 

Seperti perkataan Yesus dalam Matius 23:34-36: Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!"

 

Dalam cerita Alkitab selanjutnya, Yesus kecewa terhadap Yerusalem. Dalam  Matius 23:37-39: perikop Keluhan Terhadap Yerussalem, Yesus berkata: Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

 

Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

 

Selanjutnya masih dalam percakapan Yesus dengan murid muridnya, Yesus bernubuat bahwa Bait Allah Salomo, tempat umat Yahudi  berkumpul berdoa kepada Allah dan  membawah korban persembahan  untuk Allah, akan dihancurkan tanpa bekas.

 

Dalam Alkitab Perjanjian Baru Injil Matius 24:1, judul perikop: Bait Allah akan diruntuhkan.  Bunyinya: Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. Ia berkata kepada mereka: ”Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

 

Maksud  firman Tuhan tersebut, murid murid Yesus terkagum kagum melihat kemegahan Bait Allah yang berdiri di Bukit Moria yang berada di Bukit Zion dekat Pintu Gerbang Timur Kota Yerusalem, menghadap taman Getsemani di Bukit Zaitun.
Apalagi Bait Allah itu sudah dilapisi emas oleh Herodes.  12 murid Yesus kagum, karena mereka semua nelayan di Galilea., jadi  tidak pernah ke kota Yerusalem. Yerusalem dan Galilea seperti Manado dan Tondano.

 

Tapi Yesus berkata kepada murid muridnya, bahwa Bait Allah  yang megah itu akan diruntuhkan. Bahkan tidak akan ada bekas bangunan yang tersisa.

 

Yang dikatakan Yesus itu benar benar terjadi 40 tahun setelah Yesus mati disalibkan. Tepatnya tahun 70 masehi.

 

Pada  tahun 70 masehi pasukan Romawi menghancurkan  Kota Yerussalem. Bait Allah ikut dihancurkan. Saat pasukan Romawi membakar Bait Allah   kedua yang dibangun Zerubabel, emas yang melapisi bangunan itu lumer dan meleleh ke dalam tanah dan menyatu dengan batu batu fondasi Bait Allah.

 

Pasukan Romawi yang tersadar bahwa emasnya menyatu dengan fondasi , langsung menggali semua batu fondasi yang sudah bercampur emas, dan membawanya.


Sehingga terbukti apa yang dikatakan Yesus, bahwa tidak ada satu batupun berdiri di atas batu yang lain. Bait Allah hancur tanpa bekas.

 

Sebelum dihancurkan Romawi tahun 70 masehi, Bait Allah pertama yang didirikan Raja Salomo sekitar tahun 900 SM,  juga pernah dihancurkan bangsa Babel sekitar tahun 500 SM.  Setelah Persia kalahkan Babel, Cyrus The Great atau Raja Koresh Agung  memulangkan Bangsa Yahudi dari pembuangan Babel kembali ke Yerussalem dan juga membangun kembali Bait Allah kedua oleh Zerubabel.

 

500 tahun kemudian Tuhan Allah Semesta Alam kembali menghukum Yerussalem  dan menghancurkan kembali Bait Allah kedua. Dikarenakan bangsa pilihan Allah ini, tidak mau bertobat dan balik pada Allah, melainkan menolak  Yesus Kristus sebagai Mesias dan Firman Allah yang hidup.

 

Sebelum Yesus Disalibkan,  Yesus juga sudah memberikan perumpamaan, bagaimana kekecewaan Tuhan atas bangsa Yahudi.

 

  Hal itu bisa dibaca dalam  Injil  Matius 21:33-46. Judul perikop: Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur.

 

Kata Yesus: “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

 

Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.

 

Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.

 

Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.

 

Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.

Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.

Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"

Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."

Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

(Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)"

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.

Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Jadi tahun 30 masehi Yesus anak Allah, dilempar keluar Kota Yerusalem dan dibunuh lewat penyaliban  di atas bukit Golgota pinggiran kota Yerusalem.

Tahun 70 masehi Yerusalem dihukum  Tuhan. Penduduknya terusir dan Bait Allahnya serta Kota Yerusalem dibumihanguskan. Yang tidak melarikan diri saat kota itu dikepung, dibunuh oleh tentara Romawi.

Selanjutnya kota itu bergantian dikuasai bangsa bangsa lain yang tidak mengenal Allah. 
 Bangsa Romawi kuasai  Yerusalem  Dan  Israel  raya   tahun 63 SM - 324 M (387 tahun).  Setelah itu  Bizantium kuasai kota itu tahun 324-640 M. Tahun 640-1099 dikuasai Arab.
Dilanjutkan tahun 1099-1250 masa perang Salib. Tahun 1250-1517,  masa Mameluk. Terakhir dikuasai Ottoman Turki 1517-1918.
Kemudian tahun 1948 bangsa Israel kembali ke tanah perjanjian dalam suatu gerakan Zionisme. Jadi sangat lama Tuhan memghukum Israel dan Yahudi dan Yerusalem karena menolak karya penyelamatan Allah lewat Yesus Kristus sebagai Allah yang hidup.

Diusir keluar dari tanah Kanaan tahun 70 masehi dan kembali lagi tahun 1948. Sekitar 1887 tahun lamanya hidup di negeri orang.

Ketika bangsa yang menyalibkan Yesus ini sudah kembali ke tanah Kanaan dan mendirikan negara Israel,  apakah sudah selesai hukuman Tuhan atas mereka?  Apakah mereka sudah menerima Yesus sebagai Mesias, Kristus, atau juru Selamat? Apakah Yahudi tidak lagi anti kepada Kristus? Atau anti Yesus sebagai Mesias?  (Tommy Waworundeng)





Editor : Tommy Waworundeng
#sion #yahudi #Yahudi israel dihukum tuhan #Kristen #yerusalem #yahudi israel #Yesus disalibkan