Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kisah Abram dengan Ismael Menurut Kitab Yang Ditulis Nabi Musa

Tommy Waworundeng • Selasa, 24 Oktober 2023 | 21:20 WIB

Abraham bersama Hagar dan anak mereka Ismael
Abraham bersama Hagar dan anak mereka Ismael

MANADOPOST.ID-Bangsa Arab meyakini Kabah di tanah suci Mekah dibangun oleh Nabi Ibrahim As  dan Nabi Ismail As. 

 

Berikut kisah Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As menurut kitab yang ditulis Nabi Musa.

 

Nabi Musa menulis  Kitab Taurat.  Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan.

 

Dalam Kitab Kejadian, tertulis di dalamnya kisah Abram yang dirubah namanya menjadi Abraham. Atau bangsa Arab menyebutnya Nabi Ibrahim.

 

Abraham disebut Bapa dari segala orang beriman. Dari Abraham lahir tiga agama yang disebut agama Abrahamik  atau Samawi (Yahudi, Kristen, Islam).

 

Abraham memiliki anak sulung. Namanya Ismael atau Ismail dalam kisah Arab.

 

Bagaimana kisah Abraham dengan Ismael? Berikut kisahnya yang ditulis oleh Nabi Musa dalam Kitab Kejadian 16:1-16. 

 

Judulnya:  Hagar dan Ismael.
Berikut kisahnya:
Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. la mempunyai seorang hamba perempuan, orang Me-sir, Hagar namanya.

 

Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baik-lah hampiri hambaku itu; mungkin
oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak."  Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, – yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.

Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan
nyonyanya itu.

Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangku-
anmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau."

Kata Abram kepada Sarai:  "Hamba- mu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.

Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya  dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.

Katanya:  "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.

Lalu kata Malaikat TuHAN İtu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya, "

Lagi kata Malaikat padanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya."

Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung  dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.

Seorang laki-laki yang lakunya  seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."

Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"

Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.

Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.

Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginva. (*)

 

Editor : Tommy Waworundeng
#Abram #nabi ibrahim #Nabi Ismail #Ismael #Musa