MANADOPOST.ID-Ketua FK PKB PGI yang juga Ketua HUT ke-75 GPIB Prof (HC) Dr (HC) Olly Dondokambey hadiri Dialog Kebangsaan di Padang Sumatera Barat, Selasa (31/10) siang tadi.
Dialog Kebangsaan ini sendiri digelar dalam rangka memperingati HUT ke-75 Tahun Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB).
Dengan tema, "Membangun dan Merawat Kebhinekaan sebagai Penggerak Kemajuan Indonesia yang Berkeadilan dan Berkeadaban".
Olly Dondokambey yang juga Gubernur Sulut kepada Manado Post, menjelaskan soal tema dialog "Membangun dan Merawat Kebhinekaan sebagai Penggerak Kemajuan Indonesia yang Berkeadilan dan Berkeadaban".
Maksud tema tersebut menurut Olly Dondokanbey, GPIB berbicara tentang pentingnya memelihara dan memperkuat keragaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia sebagai faktor kunci dalam mencapai kemajuan yang adil dan beradab di negara ini.
"Membangun kebhinekaan berarti menghargai, mendukung, dan mempromosikan perbedaan yang ada di antara warga Indonesia. Ini melibatkan toleransi, penghargaan terhadap budaya dan keyakinan orang lain, serta upaya untuk mencegah diskriminasi. Keberagaman ini dapat menjadi kekuatan bagi negara, karena berbagai pandangan dan bakat dapat berkontribusi pada perkembangan yang berkelanjutan,* jelas Olly Dondokambey yang juga satu satunya Gubernur penerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden RI Joko Widodo.
Lanjut Olly, merawat kebhinekaan melibatkan pelestarian budaya, bahasa, dan tradisi yang ada, serta promosi dialog antarbudaya yang memungkinkan orang dari berbagai latar belakang untuk saling memahami dan bekerja sama.
"Hal ini juga melibatkan peran pemerintah dalam memastikan keadilan sosial dan hak asasi manusia untuk semua warga, tanpa memandang latar belakang mereka," jelas Olly yang juga merupakan salah satu tokoh gereja di Indonesia.
Dengan membangun dan merawat kebhinekaan, menurut Olly, Indonesia dapat mencapai kemajuan yang berkeadilan dan berkeadaban dengan menciptakan masyarakat yang inklusif, adil, dan harmonis di mana setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
Dialog kebangsaan ini sendiri menampilkan enam pembicara hebat. Yakni Dr. KH. Lukman Hakim Saifuddin, Ratu Ida Pangelingsir Agung Putrasukahet, Yudi Latief, Ph.DI, Prof. Binsar J. Pakpahan, Ph.D, Prof. Angel Damayanti, Ph.D, dan Prof. Dra. Corrina D. Silalahi, Ph.D. (*)