Resort ini bakal menjadi salah satu wisata andalan di Kota Bunga, melihat keindahan yang disuguhkan.
"Sebagai resort yang hadir merespon suasana alam sekitar, Kai Meya ada di tengah suasana yang masih asri, sejuk serta padat dengan vegetasi pohon, dengan pemandangan utama keindahan Gunung Lokon," tutur Carlina Tatiana Tewu, Direktur PT Kai Meya Indonesia.
Berlokasi di Jalan Urow, Lingkungan X, Kelurahan Woloan 3, Tomohon, Kai Meya bakal dibuka untuk umum mulai 10 November 2023.
“Tempat ini akan segera dibuka pada 10 November 2023, dimulai dengan soft opening kitchen and bar. Lalu secara berkala akan dilanjutkan dengan pembangunan villa, museum dan berbagai tempat menarik lainnya dan dapat memanjakan mata para pengunjung yang datang,” sambungnya.
Resort Ramah Lingkungan dan Menyatu dengan Alam
Berangkat dari kecintaan dengan Kota Tomohon, dan seluruh sumber daya alam disekitarnya, Kai Meya menggunakan material yang secara dominan memiliki lokalitas yang tinggi, dan mengolahnya kembali menjadi sebuah karya arsitektur yang estetik. Hal ini dilakukan Kai Meya agar daerah pembangunan dapat terjaga murni.
Restoran dan bar Kai Meya menggunakan atap rumbia, yakni atap khas dari rumah panggung tradisional Sulawesi Utara. Meja dan kursinya yang terbuat dari kayu juga memberikan sentuhan alami dan tampilan yang elegan, sehingga menciptakan atmosfer yang nyaman dan ramah. Cahaya lembut dari lampu-lampu yang terbuat dari kayu bersinar semakin menciptakan suasana yang hangat dan mengundang.
Sajikan Pengalaman Kuliner Terbaik
Kay Meya berkomitmen menyajikan pengalaman kuliner terbaik di restoran. Ini tercermin dari menu-menu yang akan menjadi hidangan nanti.
Setiap hidangan dirancang dengan penuh perhatian, menggunakan bahan-bahan segar berkualitas tinggi dan dipersiapkan dengan resep yang teruji dan sentuhan kreativitas dari chef Kai Meya.
Kedepankan Budaya Minahasa
Minahasa sebagai suku asli dari Sulut, terkenal akan kebudayaannya. Kai Meya mengambil namanya dari bahasa Tombulu. Kai berarti 'kami' dan Meya berarti 'datang', yang diartikan sebagai orang yang datang ke tanah tersebut. Semua elemen yang diangkat terinspirasi dan diadaptasi dari motif bentenan.
Seperti motif Kaiwu Patola Kain Bentenan, yang diadaptasi menggunakan Diagonal Silhouette dan dihadirkan dalam bentuk bunga, merepresentasikan bahwa Kai Meya hadir dengan mengedepankan budaya Minahasa dan sebagai bentuk perayaan alam kota Tomohon.
Kemudian motif Tinonton Mata. Sebagai resort yang hadir dengan merangkul keindahan alam dan interaksi manusia, Kai Meya menawarkan wisata budaya, arsitektur, kuliner sambil menikmati pemandangan Tomohon.
Menarik bukan? Jadi segera agendakan kunjungan ke Kai Meya secepatnya. Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi nomot telepon 08114300039 atau via media sosial, Instagram @kai.meya dan Facebook Kai Meya.(tan)
Editor : Tanya Rompas