MANADOPOST.ID-Dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November, selalu akan teringat dedikasi dan pengorbanan para pahlawan nasional khususnya asal Sulawesi Utara yang telah membentuk sejarah bangsa.
Berikut adalah pahlawan nasional asal Sulawesi Utara:
Pierre Tendean
Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean, lahir pada 21 Februari 1939 dan meninggal saat pemberontakan PKI pada 30 September 1965, wafat pada usia 26 tahun. Pierre adalah anak dari Dokter AL Tendean asal Manado dan Maria Elizabeth Cornet.
Ia mengawali karier militer sebagai intelijen dan kemudian menjadi ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution. Pierre dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi dan Pahlawan Nasional Indonesia.
Robert Wolter Mongisidi
Lahir di Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, pada 14 Februari 1925, dan meninggal pada 5 September 1949. Ia terlibat dalam perjuangan melawan pendudukan Belanda dan berhasil memimpin perlawanan bersama Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS). Robert Wolter Monginsidi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 6 November 1973.
Sam Ratulangi
Lahir pada Tanggal 5 November 1890 di Tondano, Minahasa. Sam Ratulangi adalah seorang intelektual dan tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia memulai pendidikan di Tondano, lalu melanjutkan ke Hoofden School dan Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (STOVIA) di Jawa.
Sam Ratulangi dikenal dengan filsafatnya: "Si tou timou tumou tou," yang mengartikan bahwa manusia baru dapat disebut sebagai manusia jika sudah dapat memanusiakan manusia. Ia diberi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1961.
Bernard Wilhelm Lapian
Pahlawan tiga zaman, dilahirkan di Kawangkoan pada 30 Juni 1892 dan wafat pada 5 April 1977. Ia dikenal sebagai pejuang kemerdekaan dan tokoh nasionalis religius. Bernard Lapian aktif dalam memerangi propaganda Belanda untuk memasukkan Minahasa sebagai provinsi ke-12 Belanda. Ia juga memainkan peran penting dalam peristiwa merah putih di Manado pada tahun 1946.
John Lie
Adalah seorang pahlawan nasional yang berasal dari etnis Tionghoa. Ia dikenal dengan julukan "Hantu Selat Malaka" karena keterampilannya dalam menyelundupkan senjata untuk pejuang Indonesia. John Lie lahir pada 9 Maret 1911 di Manado dan wafat pada 27 Agustus 1988. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Tahun 2009.
Alexander Andries Maramis (AA Maramis)
Adalah tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia terlibat dalam merumuskan dasar negara Republik Indonesia bersama dalam Panitia Sembilan anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada tahun 1945. AA Maramis lahir pada 20 Juni 1897 di Rurukan, Tomohon, Sulawesi Utara, dan meninggal pada 31 Juli 1977.
Arie Frederick Lasut
Adalah pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara. Ia lahir pada 6 Juli 1918 di Kapataran, Lembean Timur, Minahasa, Sulawesi Utara. Arie Lasut memiliki kontribusi besar dalam perjuangan diplomasi Indonesia selama masa kemerdekaan. Ia juga terlibat dalam operasi penyelundupan dan perjuangan bersenjata melawan penjajah Belanda. Arie Frederick Lasut wafat pada 7 Mei 1949.
Lambertus Nicodemus Palar (LN Palar)
Adalah seorang tokoh penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Ia lahir pada 5 Juni 1900 di Manado, Sulawesi Utara, dan meninggal pada 13 Februari 1981 di Jakarta. LN Palar merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia bersama Panitia Sembilan BPUPK. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Tahun 2013.
Maria Walanda Maramis
Adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang memainkan peran penting dalam memajukan peran wanita di Indonesia pada awal abad ke-20. Ia mendirikan Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT) untuk mendidik wanita tentang tugas-tugas rumah tangga. Berkat usahanya, PIKAT berkembang pesat dengan beberapa cabang di Jawa.
Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu
Seorang aktivis yang terlibat dalam berbagai organisasi seperti Jong Minahasa dan Jong Celebes. Ia juga pernah menjadi Menteri Penerangan dalam beberapa kabinet.
Letkol Herman Nicolas Ventje Sumual
Seorang komandan yang terlibat dalam perjuangan melawan Belanda dan memimpin serangan penting di Yogyakarta pada 1 Maret 1949.
Letkol Charles Choesoy Taulu
Dikenal karena mengambil alih Tangsi KNIL di Teling Manado pada 1946 dan menjadi Komandan Tentara Republik Indonesia Sulawesi Utara (TRISU).
Letkol Adolf Gustaaf Lembong
Adalah seorang perwira yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan tewas dalam pertempuran melawan pemberontak Darul Islam di Sulawesi Selatan.
Mayjen Hein Victor Worang
Seorang tokoh yang berperan dalam menghadapi pengaruh Belanda dan NICA di Sulawesi, serta memerintah Sulawesi Utara sebagai Gubernur.
Elias Daniel Mogot, atau Daan Mogot
Adalah pendiri Akademi Militer Tangerang yang gugur saat melucuti senjata tentara Jepang.
Kolonel TNI Alexander Evert Kawilarang
Memiliki sejarah panjang dalam militer Indonesia, termasuk menjadi Panglima Divisi Siliwangi dan Atase Militer di Washington, AS.
Kolonel Jacob Frederik Warouw
Adalah seorang perwira militer yang terlibat dalam berbagai peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk sebagai panglima divisi dan Atase Militer di Beijing, Cina.
Bataha Santiago
Presiden RI menyetujui Bataha Santiago untuk dianugerahkan sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2023. Santiago Bataha adalah raja ketiga Kerajaan Manganitu, lahir pada 1622. Dia menolak kontrak VOC dan memimpin perang.
VOC mengeksekusi Santiago. Tubuhnya dihukum mati, kepala dikuburkan di Nento, sementara ada patungnya di Miangas dan nama markas militer di Manado yang mengabadikannya. (gre)
Editor : Gregorius Mokalu