Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Profil Arnold Mononutu, Pahlawan Nasional Asal Sulut, Ternyata Orang Pertama yang Umumkan Batavia Jadi Jakarta

Tanya Rompas • Kamis, 9 November 2023 | 09:29 WIB

Arnold Mononutu
Arnold Mononutu
MANADOPOST.ID— Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan di Indonesia. Arnold Mononutu, adalah salah satu pahlawan nasional asal Sulawesi Utara (Sulut).

Arnold Mononutu dianugerahi pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 2020 silam, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 117/TK Tahun 2020 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, yang ditandatangani presiden tanggal 6 November 2020.

Berikut Profil Pahlawan Nasional Arnold Mononutu:

Baca Juga: Kai Meya, Tempat Wisata Baru Segera Hadir di Tomohon, Yuk Intip Keindahannya!

Mononutu merupakan tokoh pergerakan dan pernah menjadi Menteri Penerangan RI pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Nama lengkapnya Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu, lahir di Manado, 4 Desember 1896. Meninggal di Jakarta, 5 September 1983 pada umur 86 tahun. Merupakan mantan Menteri Penerangan dan Duta Besar Indonesia pertama untuk Tiongkok.

Selain itu ia pernah menjadi anggota Majelis Konstituante dan Rektor Universitas Hasanuddin. Selama menjabat sebagai menteri penerangan, beberapa daerah di Indonesia diguncang oleh pemberontakan-pemberontakan termasuk di Jawa Barat (Angkatan Perang Ratu Adil), Sulawesi Selatan (oleh Andi Azis), dan Maluku (oleh Chris Soumokil). Manonutu bersama dengan Soekarno mengunjungi daerah-daerah ini dan dalam rapat-rapat terbuka mempromosikan cita-cita sebuah bangsa yang bersatu.

Baca Juga: Jumlah Ketenagakerjaan di Sulut Terus Meningkat, Ternyata Ini Lapangan Usaha yang Serap Tenaga Kerja Terbanyak

Pada tahun 1949 sesudah berlangsungnya Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, yang menghasilkan kesepakatan pembentukan RIS, dalam suatu tim kerja dengan kolega terdekatnya sesama Diplomat, Mr. Soedibjo Wirjowerdojo (yang kemudian mendampinginya selaku charge d'affaires/Wakil Duta Besar di RRC tahun 1953–1955), ia yang pertama kali mengumumkan nama Batavia menjadi Jakarta. Sedangkan Mr. Soedibjo Wirjowerdojo mengumumkannya di Belanda.

Ayahnya bernama Karel Charles Wilson Mononutu dan ibunya bernama Agustina van der Slot. Baik ayah dan kakeknya adalah tokoh terkemuka dalam masa-masa mereka. Ayahnya adalah seorang pegawai negeri (ambtenaar) Hindia Belanda. Kakeknya yang juga bernama Arnold Mononutu adalah orang Minahasa pertama yang menyelesaikan studi di sekolah untuk pelatihan dokter pribumi (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, STOVIA) di Batavia.

Ketika Mononutu berusia dua tahun, ayahnya ditugaskan ke Gorontalo. Empat adiknya lahir di Gorontalo, tetapi sayangnya keempatnya meninggal antara lima dan enam bulan. Pada tahun 1903, Mononutu mengikuti sekolah dasar bahasa Belanda (Europeesche Lagere School, ELS) di Gorontalo.

Baca Juga: Ini Nasib Anak Buah Kasatlantas Polres Kotamobagu Sulut, Diduga Peras Warga Rp5 Juta dan Seret Nama Wakapolres

Ia melanjutkan studinya di tingkat sekolah yang sama di Manado setelah ayahnya dipindahtugaskan ke Manado. Pada tahun 1913, Mononutu belajar di sekolah menengah Belanda (Hogere burgerschool, HBS) di Batavia di mana ia bertemu dan berteman dengan AA Maramis yang juga dari Minahasa dan Achmad Subardjo.(*)

Editor : Tanya Rompas
#Arnold Mononutu #Jakarta #batavia #Pahlawan Nasional #Sulut