MANADOPOST.ID- Jepang harus mempertahankan sebagai negara maju.
Tetapi jadi kendala, Jepang tidak punya bonus demografi seperti Indonesia. Yaitu soal generasi muda atau SDM sebagai generasi penerus.
Sehingga Indonesia bukan tidak mungkin bisa melewati kemajuan Jepang.
Untuk menutupi kelemahan tersebut, Jepang harus impor SDM dari Indonesia.
Sulawesi Utara menangkap peluang ini. Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, Sulut yang akan penuhi.
"Sulut siap penuhi kebutuhan Jepang akan tenaga kerja dari luar Jepang. Agar Sulut bisa menjadi daerah maju seperti negara maju Jepang," ujar Wagub Steven Kandouw, Jumat (10/11) kemarin, dalam misi kerja Wagub dan rombongan selama beberapa hari ini ke Jepang.
Dalam misi berharga ini, Wagub didampingi sekretaris TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Pembangunan DR Denny Mangala, Kadis Pendidikan Femmy Suluh, serta Kadisnakertrans Rachel Rotinsulu dan dr Grace Punuh.
"Sulut akan sangat diuntungkan. Karena tenaga kerja dari Sulut ini nantinya mereka akan menjadi duta devisa bagi Sulut. Mereka akan mengirim uang ke keluarga mereka di kampung, dan itu akan menambah PDRB Sulut. Yang nantinya akan meningkatkan income per kapita Sulut," ujar Wagub.
Selain itu, tenaga kerja ini juga akan transfer pengetahuan. "Setelah mereka pulang nanti, tenaga kerja ini akan menerapkan pengetahuan mereka soal teknologi Jepang. Juga mereka akan menularkan cara kerja atau budaya kerja Jepang yang terkenal disiplin tinggi dan etos kerja keras. Sebab tenaga kerja Sulut rendah soal etos kerja," ujar Wagub.
Nampak di hari kedua kunjungan kerja di negeri Matahari Terbit tersebut, dilaksanakan beberapa kegiatan lanjutan. Yang fokus utama, yakni peningkatan serta ketambahan kuota pekerja asal bumi nyiur melambai di Jepang.
Wagub Kandouw bersama rombongan, lakukan pertemuan pertama dengan JICA. Dalam pertemuan tersebut, Wagub Kandouw menegaskan bahwa JICA adalah sebuah lembaga yang didirikan pemerintah Jepang, untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang.
"JICA siap mengirim guru pengajar bahasa Jepang untuk mengajar bahasa Jepang kepada calon tenaga kerja Sulut yang akan berangkat ke Jepang. Tentunya ini merupakan suatu bentuk nyata keseriusan JICA, dalam membantu pembangunan SDM anak-anak Sulut," katanya dalam meeting tersebut.
Kemudian pertemuan berlanjut dengan rapat bersama Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) atau Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang yang ada di Tokyo.
Suatu kehormatan sebab diterima langsung oleh Direktur MAFF Mrs OMURO Sachiko. "Rapat dengan Kementerian Pertanian, Kelautan dan Kehutanan Jepang ini merupakan langkah yang sangat luar biasa bagi kami Pemprov Sulut. Mendorong tenaga kerja dari Sulut untuk dapat bekerja di sektor Pertanian, Kelautan dan Kehutanan di Jepang dengan penerapan hight teknologi," tegasnya lagi.
Diketahui sebelumnya, dihari pertama kunjungan ke Jepang, Kamis (9/11), rombongan Wagub Steven Kandouw langsung bergerak cepat dengan melakukan pertemuan bersama pihak perusahaan Yuime.
Hal ini terkait kesiapan dan upaya menambahkan pekerja magang lulusan SMK asal Sulut di Jepang. Tak hanya itu, nampak juga rombongan yang baru saja tiba tersebut, langsung mendatangi Kedutaan Republik Indonesia untuk Jepang di Tokyo.(rez) Editor : Tommy Waworundeng