Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Patung Yesus Memberkati di Pulau Lembeh Bitung Patah, Gara-gara Gempa?

Tanya Rompas • Kamis, 16 November 2023 | 16:05 WIB

Patung Yesus Memberkati di Pulau Lembeh Bitung. (Istimewa/IG @rivaldodparera)
Patung Yesus Memberkati di Pulau Lembeh Bitung. (Istimewa/IG @rivaldodparera)
MANADOPOST.ID- Patung Yesus Memberkati yang terletak di Kelurahan Dorbolaang, Pulau Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) dilaporkan patah.

Informasi tersebut diunggah salah satu warga lewat media sosial Instagram @rivaldodparera.
Dalam video yang diunggah, tampak bagian tangan kiri patung yang patah.
Sementara bagian lainnya tampak masih utuh. Kejadian tersebut diketahui terjadi sekira pukul 13:50 WITA.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab patahnya bagian tangan kiri patung tersebut. Namun, beberapa warga mengaitkan dengan gempa bumi yang mengguncang wilayah Sulut pagi tadi pukul 07:26 Wita.

Seperti dilaporkan BMKG, pada Kamis 16 November 2023 pukul 06.26.17 WIB wilayah Laut Sulawesi, Manado, Sulawesi Utara diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,98° LU ; 124,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 Km arah Barat Laut Kota Manado, Sulawesi Utara pada kedalaman 300 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono SSi MSi menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (Intraplate) Sangihe yang tersubduksi ke bawah laut Sulawesi. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” jelasnya.

Lanjutnya, Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kepulauan Sula, Tidore, Halmahera Barat dan Taliabu dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tandasnya.(tan)

Editor : Tanya Rompas
#Pulau Lembeh #patung yesus #Gempa #bitung