MANADOPOST.ID--Komite II DPD RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama dengan Kementerian Pertanian RI bertempat di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (29/11).
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Menteri Harvick Hasnul Qolbi serta jajaran pejabat eselon I dan II menjelaskan, tentang ketersediaan bahan pangan jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Dalam Raker yang dipimpin oleh Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai, Senator Ir. Stefanus BAN Liow, MAP memastikan pemerintah akan ketersediaan bahan pangan menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
"Perlunya penguatan koordinasi kementerian/kelembagaan di tingkat pusat dan daerah adalah hal penting dalam menjaga ketersediaan dan cadangan pangan," ucap Raweyai.
Lain hal dengan, Anggota DPD RI representasi rakyat Sulawesi Utara, Ir Stefanus BAN Liow MAP menyoroti soal kelangkaan, keterbatasan dan atau kesulitan petani di daerah dalam memperoleh pupuk bersubsidi.
"Perlu untuk meninjau Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan, Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Intinya ketika musim tanam, maka pupuk sudah harus tersedia, supaya tidak gagal panen dan produksi menurun. Penggunaan Kartu Tani untuk penerimaan pupuk subsidi bagi petani juga masih kurang efektif, karena tidak tepat sasaran dan tidak efektif," sebut Senator Stefa sapaan akrab mantan Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM ini.
Bukan tanpa sebab memang, dilanjutkan Stefa, ada permasalahan di lapangan dimana penerima yang profesinya benar-benar petani. Tidak bisa mengakses pupuk bersubsidi, dikarenakan tak punya kartu tani. Ada juga sebaliknya, bukan petani tapi bisa mengakses pupuk bersubsidi.
"Segera perbaiki mekanisme pengumpulan data base petani yang seharusnya prioritas menerima Kartu Tani untuk bisa menggunakan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Saya menggarisbawahi keterbatasan dan kesejahteraan penyuluh pertanian," lugas Stefa.
Merespon pandangan dan pendapat dari sejumlah Anggota Komite II DPD RI, termasuk dari Senator Stefanus Liow.
Mentan RI Andi Amran Sulaiman mengatakan akan segera mengubah Permentan yang mengatur tentang pupuk didalamnya penggunaan kartu tani. Mengenai tambahan biaya operasional atau BOP bagi penyuluh pertanian, Mentan bilang akan disalurkan mulai awal Desember 2023.
Menyikapi soal kebutuhan pangan menyambut momen Natal dan Tahun Baru, Mentan Sulaiman memaparkan ketersediaan 12 bahan pangan pokok produksi dalam negeri tercukupi sebesar 30,8 juta ton, sementara kebutuhan 30,6 juta ton.
"Meski tetap perlu impor untuk memperkuat cadangan beras pemerintah, tidak hanya sampai dengan saat NATARU Tahun 2023-2024 tetapi juga terjamin sampai dengan selesainya Pemilu 2024," ucap Mentan Sulaiman. (yol)
Editor : Julius Laatung