Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pilgub Sulut Banjir Figur, Tokoh Kawanua Berprestasi Didorong Maju Pilkada, Ini Daftar Nama Cagub Potensial

Gregorius Mokalu • Jumat, 1 Desember 2023 | 11:27 WIB
Figur Potensial untuk Pilgub Sulawesi Utara
Figur Potensial untuk Pilgub Sulawesi Utara

MANADOPOST.ID- Sejumlah figur potensial dari latar belakang TNI/Polri, yudikatif, pengusaha, akademisi, tokoh perempuan, hingga politisi, diprediksi akan menciptakan persaingan yang ketat. Sebagai penerus kepemimpinan Olly Dondokambey (OD), calon bintang baru memiliki potensi besar untuk 'meledak'.

Tokoh purnawirawan TNI dari Sulawesi Utara menarik perhatian dalam persiapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

Letnan Jenderal TNI Alfret Denny Djoike Tuejeh SH MSi, Purnawirawan TNI-AD dan lulusan Akmil 1988 dari Artileri Medan, Denny telah menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat dan Pangdam XIII/Merdeka.

Kariernya yang cemerlang menciptakan narasi kepemimpinan kans Cagub. Kemudian Mayor Jenderal TNI (Purn) Wanti Waranei Franky Mamahit, Lulusan Akademi Militer Tahun 1987, Wanti terakhir menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XIII/Merdeka.

Lalu Mayor Jenderal TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling. Dilahirkan pada 16 September 1963, Yulius Selvanus Komaling, purnawirawan TNI-AD dari kecabangan Infanteri (Kopassus).

Pengalaman terakhirnya sebagai Kabainstrahan Kemhan menunjukkan kecakapan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Saat ini Komaling tercatat sebagai Pembina Relawan Prabowo Nusantara (BRPN).


Dari latar belakang Polri ada nama Komjen Pol Dr Drs Petrus Reinhard Golose MM. Perwira tinggi Polri ini sejak 23 Desember 2020 menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Golose lebih dikenal setelah menangkal dan mengungkap kasus-kasus besar peredaran narkotika di Indonesia. Bandar besar tak berkutik. Sebelumnya, kepemimpinan Golose selama 4 tahun di Polda Bali menorehkan prestasi.

Di antaranya dalam memberantas Narkoba, Petrus menutup club Akasaka setelah ditemukannya 19.000 pil ekstasi yang melibatkan manajer club.

Juga, dengan tegas menertibkan ormas dan preman yang meresahkan masyarakat Bali. Selama 2019, tercatat 899 preman yang ditangkap, 65 preman di antaranya dilanjutkan ke penyidikan. Empat tahun kepemimpinan Petrus membuat dirinya tercatat sebagai Kapolda Bali terlama sejak zaman reformasi.

Golose juga pernah menjadi bagian Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Kemudian Irjen Pol (Purn) Drs Royke Lumowa MM. Eks Kapolda Sulut ini adalah seorang Purnawirawan Polri Lulusan Akpol 1987 yang berpengalaman di bidang lantas.

Selama memimpin Polda Sulut adalah sosok yang disegani karena ketegasannya. Bahkan, di masa Lumowa sebagai Kapolda Sulut, banyak gebrakan besar yang diperbuatnya. Lebih-lebih di masa sulit untuk bersinergi dengan pemerintah memutus mata rantai Covid-19 Tahun 2020. Saat itu, eks Kapolda Papua Barat dan Maluku ini diperhadapkan tugas berat menjaga Kamtibmas, yang disamping itu tetap bersinergi bersama untuk physical distancing (jaga jarak, red). Lumowa juga waktu itu, menertibkan penambang tanpa ijin secara besar-besaran di seluruh wilayah Polda Sulut.

Tindakan berani Lumowa juga terkait pemberantasan mafia tanah, sebagai tindaklanjut MoU Kementerian Agraria dan Tata Ruang dengan Kepolisian Republik Indonesia.

Era Irjen Lumowa juga menorehkan sejarah, yakni mengubah Logo Polda Sulut, pada awal bulan Juli 2020. Di mana logo tersebut berlambang kelapa dengan tulisan ‘Maesa’an Waya’ berasal dari bahasa Minahasa, yang artinya ‘Bersatu Semua, Semua Bersatu’, kalimat ini mengandung unsur Bhineka Tunggal Ika. Kehadiran Lumowa di Pilgub Sulut, akan menjadi kandidat kuat.

Dan juga tentu Irjen Pol (Purn) Dr Ronny Franky Sompie SH MH. Lulusan Akademi Kepolisian Tahun 1984 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Ia resmi pensiun dini dari kepolisian pada Tahun 2015 setelah ditunjuk Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk menjadi Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Saat ini, Eks Kapolda Bali dan Kadiv Humas Mabes Polri mulai menapaki karir politiknya dengan menjadi Calon Anggota Legislatif DPR RI melalui Partai Golkar.


Ada pula nama Eks Kapolda Sulut Irjen Pol (Purn) Drs Carlo Brix Tewu. Dirinya adalah seorang Purnawirawan Polri yang sekarang menjabat sebagai Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN. Tewu pernah menjabat Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Barat Periode 2016—2017.

Tewu, lulusan Akpol 1985, berpengalaman dalam bidang reserse. Dengan segudang pengalamannya, Tewu punya peluang masuk daftar cagub.


Dari latar belakang yudikatif, ada nama Fredy Runtu. Rekam jejaknya cemerlang di yudikatif. Jaksa Agung RI ST Burhanuddin pernah mempercayakan Fredy Runtu SH sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut. Sebelumnya, Fredy Runtu merupakan Wakajati Sulut era Kajati Dita Prawitaningsih.

Ada juga, Eks Jamintel Kejagung RI Dr Jan Samuel Maringka SH MH. Maringka saat ini menjabat Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian. Selain hakim dan jaksa, ada sosok pengacara James Bastian Tuwo SH MH.

Nama Suami Feibe Mirah ini, melambung saat membela sengketa tanah Ari Tahiru, lansia buta huruf atas salah satu pengembang terkenal di Kota Manado. Tuwo juga berpengalaman di legislatif. Pernah dua periode Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur. 

Dari kalangan politisi, menguat nama Bupati Kepulauan Talaud dr Elly E Lasut yang juga sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Utara. dr Elly Engelbert Lasut ME adalah Bupati Kepulauan Talaud 3 periode yakni 2004—2009, 2009—2010 dan 2020—2023.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kepulauan Talaud periode 2003—2004. Berbekal pengalamannya di politik, E2L, sapaannya, mendapat dorongan yang kuat ke bursa Pilgub 2024.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Christiany E Paruntu juga telah mendapatkan mandat dari Partai Golkar untuk ikut bursa Pilgub Sulut. Putri dari Prof Dr Ir Jopie Paruntu MS, Rektor Unsrat 2 periode, Tokoh Golkar Sulut, didorong ke kontentasi Pilgub.

Sedangkan dari PDI Perjuangan santer dikabarkan akan mengusung Drs Steven Kandouw. Rekam jejaknya dalam organisasi politik dan pelayanan gereja sudah tak diragukan.

Oleh karena itu, kontestasi Pilgub ke depan dinilai menjadi momentum tepat bagi Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM ini.

Dalam karier politiknya di DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dari Tahun 2004 hingga 2014, ia menjabat sebagai Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Pada Bulan September 2014, ia kemudian menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara setelah memperoleh suara terbanyak pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014, yakni 33.649 suara.

Pada tahun 2015, PDI Perjuangan mencalonkannya sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara, mendampingi Olly Dondokambey sebagai Gubernur Sulawesi Utara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak.

Bukan hanya dari latar belakang TNI/Polri, politisi, tokoh pendidikan, atau akademisi juga memiliki peluang yang sama. Beberapa peluang di antaranya adalah DR dr. Maxi Rein Rondonuwu DHSM MARS yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

Rondonuwu pernah digadang-gadang sebagai Calon Bupati Minahasa Tenggara dan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama RSUP Prof Kandouw serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut. Selain itu, Prof Dr Dra Deitje Katuuk MPd dianggap berhasil membawa Unima menjadi PTN-BLU setelah sebelumnya sebagai PTN-Satker.

Ada juga Prof Ir Kawilarang Warouw Alex Masengi MSc PhD, mantan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat, yang dinilai memiliki visi dan misi kuat dalam pembangunan.

Anggota Dewan Kelautan RI (2008-Sekarang), Ketua DPD Persatuan Ahli Pesisir Indonesia (2008-2018), Ketua Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia Sulawesi Utara (2008-Sekarang), dan Ketua Alumni Perguruan Tinggi dari Jepang (PERSADA) (2006-2017), serta Ketua The International Coelacanth Research Center and Marine Museum at Sam Ratulangi University (2015-Sekarang), ia memiliki konsep kemaritiman yang sesuai dengan potensi Sulut.

Selanjutnya, dalam ranah tokoh agama, empat nama yang mencuat adalah Pdt Hein Arina ThD, Pdt Jimmy Tampi, Pnt Maurits Mantiri, dan Pnt Joune Ganda.

Pdt Hein Arina, lahir sebagai anak petani, meraih sarjana teologi di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dan melanjutkan studi strata dua dan tiga di Presbyterian University and Theological Seminary. Sebagai doktor teologi, ia memiliki keluarga bahagia dengan istri Pdt Vanny Suoth dan tiga anak.

Karier pelayanannya dimulai di GMIM Bait-El Kamasi Wilayah Tomohon Dua, menjadi Dekan Fakultas Teologi di UKIT, dan kemudian menjabat sebagai Rektor UKIT. Pada periode 2018-2022, Pdt Arina berhasil memajukan GMIM menjadi gereja besar dengan 1.049 jemaat dan 141 wilayah.

Dalam bidang pembangunan, berbagai proyek seperti Asrama UKIT, Gedung Women and Children Shelter GMIM, Gedung Pascasarjana UKIT, Kampus Baru UKIT, dan Mission Center GMIM menjadi hasil karyanya di bawah kepemimpinan BPMS.

Selain itu, terdapat nama Ketua Umum Gereja Segala Bangsa, Pdt Ir Jimmy Tampi MTh, yang pernah menjabat dalam berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Ketua Ikatan Keluarga Kawanua Minsel di Jakarta.


Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM ini bahkan sering diperkenalkan sebagai bakal calon gubernur.

Dalam Apel Panji Yosua di Lapangan Pohon Kasih Megamas baru-baru ini misalnya. Panglima Panji Yosua James Sumendap SH walaupun dengan sedikit berkelakar, menyebut nama Pnt Maurits Mantiri.

"Pnt Maurits Mantiri. Sama juga. Mau Calon Gubernur," ujar Sumendap yang sebelumnya juga menyebut nama Pnt Steven Kandouw sebagai calon gubernur.

Sosok Pnt Ir Maurits Mantiri, dikenal sebagai sosok yang sederhana, telah mendedikasikan dirinya dalam pelayanan sebagai Guru Sekolah Minggu di jemaat GMIM Pniel Manembo-nembo, Kota Bitung sejak Tahun 1981-1990, saat masih remaja.

Setelah menyelesaikan peran sebagai guru Sekolah Minggu, MM, begitu beliau disapa, melanjutkan pelayanannya sebagai Penatua Pemuda di jemaat Pniel selama beberapa periode, yang kemudian dilanjutkan hingga menjadi Penatua Pria Kaum Bapa. Berikutnya adalah Pnt Joune Ganda.

Bupati Minahasa Utara ini juga memiliki jiwa pelayanan yang tinggi.

Masa-masa pelayanan gerejawi yang diembannya juga jauh sebelum menjadi orang nomor satu di Minut. Dirinya memulai pelayanan sebagai Pnt Remaja.

Dari kalangan pengusaha, muncul tokoh Angelica Tengker yang dikenal atas kontribusinya dalam meningkatkan perekonomian, pariwisata, dan dunia usaha. Salah satu prestasinya adalah menjadikan Tomohon International Flower Festival (TIFF) sebagai salah satu Calender of Event terbaik di Indonesia pada tahun 2020.

Sebagai Ketua Panitia TIFF 2019, Putri Alm Benny Tengker juga turut berperan. Bersama Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), ia aktif dalam membantu warga Sulut selama pandemi Covid-19 melalui kegiatan vaksinasi, pengobatan gratis, dan bakti sosial.

Selanjutnya, Nicho Lieke MBA, Ketua Dewan Pengawas Oxford Dan Cambridge, mencuat sebagai pengusaha dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Utara. Dibawah kepemimpinannya, Apindo Sulut menjadi salah satu organisasi besar yang berperan dalam kemajuan pembangunan daerah.

Melalui PT Jobubu Jarum Minahasa (JJM), yang dipimpin oleh Lieke, produk Cap Tikus 1978 meraih prestasi sebagai Perusahaan Pembayar Cukai Terbesar 2022 dan Pengusaha Cukai Teraktif 2022. Cap Tikus 1978, Daebak Soju, dan Hand Sanitizer dr Vikers yang dikelola oleh PT Jobubu Jarum Minahasa (JJM) kini diakui sebagai mitra penting Bea Cukai berkat kontribusi nyata dalam dunia usaha di Sulawesi Utara.

Sebelumnya, prestasi Cap Tikus 1978 juga diakui oleh Kantor Bea Cukai Manado yang memberikan penghargaan dua tahun berturut-turut untuk kategori Penerimaan Cukai terbanyak di tingkat Kota Manado.

Adapula Tony Wenas, Tony Wenas, seorang tokoh bisnis dan musisi Indonesia, telah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sejak Desember 2018.

PT Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan tambang tembaga terbesar di dunia. Nama Tony Wenas sangat dikenal dalam dunia pertambangan.

Dalam lingkaran calon Pilgub, tiga tokoh dari kalangan artis/atlet Sulawesi Utara mencuat sebagai potensi kuat. Nagita Slavina Tengker, Rony Imanuel, dan Greysia Polii merupakan nama-nama yang mendapat sorotan. Dengan bakat dan prestasi masing-masing, menjadi sosok yang dinilai memiliki daya tarik dan potensi memimpin.

Persaingan semakin ketat dengan kehadiran mereka di bursa Pilgub, menciptakan dinamika baru dalam peta politik Sulawesi Utara.

Pemerhati Politik Sulawesi Utara, David Purukan MSi, berpendapat bahwa setiap warga negara yang memenuhi syarat dapat mencalonkan atau dicalonkan sebagai calon gubernur, asalkan memiliki dukungan partai politik, baik itu dari koalisi maupun partai tunggal.

Menurutnya, kendaraan politik merupakan hal utama yang harus dipastikan, diikuti dengan pertimbangan tentang tingkat popularitas dan kemampuan masing-masing figur. Purukan menekankan bahwa memiliki kemampuan cukup penting.

"Apalagi untuk memimpin suatu provinsi," nilainya.

Adapun kian dimatangkan terutama mengenai anggaran Pilgub 2024. DPRD Provinsi Sulut melalui Badan Anggaran (Banggar) mengingatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memastikan ketersediaan anggaran Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, terutama Pemilihan Gubernur (Pilgub).

Kepala Badan Aset dan Keuangan Daerah (BAKD), Clay Dondokambey, merinci alokasi anggaran untuk Pilgub 2024. Menurutnya, dalam KUA PPAS, KPU dianggarkan sebesar Rp70 Miliar, masih membutuhkan penambahan sebesar Rp10,5 Miliar. Sementara itu, Bawaslu dianggarkan Rp35,5 Miliar, dan membutuhkan penambahan sebesar Rp7,5 Miliar.

"Total penambahan yang diperlukan mencapai Rp18 Miliar," tukas Clay. (gre)

Editor : Gregorius Mokalu
#TNI #figur #2024 #Gubernur #artis #Polri #pemilihan #sulawesi utara #Tokoh Agama #Pengusaha #Potensial #pilgub