Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Persatuan Emirat Arab Undang Masyarakat Adat

Tommy Waworundeng • Senin, 4 Desember 2023 | 09:30 WIB

 

Perwakilan masyarakat adat di dunia diundang Pusat Pengetahuan Budaya Persatuan Emirat Arab dalam rangkaian kegiatan Local Community and Indigenous Platform dalam COP-28.
Perwakilan masyarakat adat di dunia diundang Pusat Pengetahuan Budaya Persatuan Emirat Arab dalam rangkaian kegiatan Local Community and Indigenous Platform dalam COP-28.

MANADOPOST.ID-  Delegasi Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), 03 Desember 2023, diundang Pusat Pengetahuan Budaya Persatuan Emirat Arab dalam rangkaian kegiatan Local Community and Indigenous Platform dalam COP-28.

 

Pada kegiatan ini, Indonesia hadir bersama Amerika, Peru, Sweden, Alaska dan Kanada yang diselenggarakan di Pusat Pengetahuan Budaya Sheikh Muhammed Bin Rashid Al Maktoum.

 

Kegiatan dalam acara ini antara lain mengenai pengenalan budaya masyarakat adat pada masing – masing negara, antara lain mengenai kehidupan sehari – hari, misalnya pakaian, makanan, pengobatan tradisional dan pelestarian lingkungan.

 

Kesempatan pertama berbagi pengetahuan dilakukan oleh tuan rumah, yaitu mengenai budaya emirati.

 

Selanjutnya dari negara Peru, Kanada, Sweden, Alaska dan Indonesia. Dari pengalaman budaya emirati ternyata sangat menarik karena sangat dipengaruhi oleh budaya Islam Persia dan Arab terutama pada busana, kuliner, arsitektur, dan gaya hidup.

 

Menurut Muhammed – budaya emirati diturunkan dari bangsa Arab khususnya etika dan norma kesopanan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam melestarikan budaya, di mana pemerintah Persatuan Arab Emirat memberikan perlindungan dan senantiasa berupaya untuk melestarikan budaya emirati yang saat ini mulai menurun di kalangan generasi muda.

 

Perwakilan dari Peru dan Amerika juga berbagi pengalaman mereka dalam melestarikan budaya tradisional, di mana budaya mereka selaras dengan kecintaan kepada alam sebagai ibu dari penghidupan manusia.

 

Javier Kinney dari suku Indian Tarok menyampaikan bahwa melalui musik dan nyanyian mereka merefleksikan kecintaan kepada alam.

 

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Supriyanto, Direktur Jenderal PSKL menyampaikan bahwa penghormatan  pada pemimpin/orang tua di Persatuan Emirat Arab banyak dipengaruhi oleh ajaran agama yang memberi hormat pada tata cara  berbusana maupun tata cara makan serta pengelolaan alam yang berkelanjutan.

 

Tamu mendapat keutamaan dalam pelayanan. Hal ini sangat mirip dengan kearifan lokal di masing – masing negara yang menandakan budaya penghormatan kepada pemimpin/orang tua dan kecintaan kepada alam yang umum pada setiap bangsa.

 

"Hal ini selaras dengan semboyan negara kita Indonesia, Bhineka Tunggal Ika," ujar bambang supriyanto Dirjen PSKL. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#Pusat #Persatuan Emirat Arab