Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dibukanya Pintu Gerbang Asia Pasifik oleh OD-SK, Ekspor Sulut Menggeliat

Tommy Waworundeng • Kamis, 8 Februari 2024 | 00:33 WIB


Dr Fransiskus Manumpil pimpin rapat
Dr Fransiskus Manumpil pimpin rapat

MANADOPOST.ID-Berkat dibukanya Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang Asia Pasifik oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK), membuat ekspor Sulut terus menggeliat.


Kamis (8/2) pagi ini pukul 10.00 Wita, kapal Mother Vessel Batangas (SITC Lines), akan bertolak dari Pelabuhan Internasional Bitung Sulawesi Utara, dan akan menuju ke Davao Philipina dan terus ke Shanghai China.


Kapal induk tersebut, akan membawa ekspor non migas dari Sulut dan Indonesia Timur ke negara negara kawasan Asia Pasifik.


Untuk persiapan ekspor Kamis 9 February, maka Rabu (8/1) Gubernur Sulut Olly Dondokambey tugaskan Asisten Administrasi Umum Dr Fransiskus Manumpil untuk memimpin rapat finalisasi kedatangan/keberangkatan/Ekspor Kapal Mother Vessel Batangas (SITC Lines) dari Bitung menuju Davao Philipina dan Shanghai China.

"Kapal direncanakan tiba di pelabuhan Bitung malam ini Pukul 22.00 dan berangkat kembali besok pagi Pukul 10.00. Selanjutnya SITC Lines akan melayani rute Bitung-Davao-Shanghai ini dua kali dalam sebulan," jelas Gubernur OD lewat pesan WA ke Manado Post.


Berkat dibukanya Sulut pintu gerbang Asia Pasifik, membuatk ekspor komoditas Sulawesi Utara ke China nencapai 35,34 Juta Dolar AS pada Desember 2023.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, ekspor komoditas asal Sulut ke China atau Tiongkok tetap menjadi yang terbesar pada bulan Desember 2023.
Dalam laporan tersebut, nilai ekspor ke China mencapai 35,34 juta Dolar AS atau sekitar 44,46 persen dari total ekspor Sulut pada periode tersebut.

 

Diikuti oleh Amerika Serikat sebagai negara kedua tujuan ekspor terbesar, dengan nilai mencapai 10,41 juta Dolar AS atau sekitar 13,10 persen dari total ekspor Sulut pada bulan Desember 2023. Sementara itu, Belanda, Filipina, Korea Selatan, dan Jepang juga masuk dalam daftar negara tujuan ekspor Sulut dengan kontribusi yang signifikan.


Menurut Kepala BPS Provinsi Sulut, Asim Saputra, dari segi kawasan, sebanyak 75,32 persen atau sekitar 59,86 juta Dolar AS dari total ekspor Sulut pada bulan Desember 2023 berada di negara-negara kawasan Asia, sementara 10,97 persen atau sekitar 13,80 juta Dolar AS berada di kawasan Amerika.
Asim juga mencatat bahwa nilai ekspor komoditas asal Sulut pada bulan Desember 2023 mencapai 79,4 juta Dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 20,34 persen dari bulan sebelumnya. Kinerja ekspor Sulut sepanjang tahun 2023 juga tumbuh relatif stabil, dengan nilai ekspor per bulannya berada pada kisaran 60 hingga 90 juta Dolar AS.


Komoditas unggulan ekspor Sulut adalah Lemak dan Minyak Hewani/Nabati (HS-15), yang menyumbang sebesar 60,81 persen dari total ekspor pada bulan Desember 2023, dengan nilai mencapai 48,33 juta Dolar AS. Disusul oleh ekspor komoditas Ikan, Krustasea, dan Moluska (HS-03) sebesar 11,44 persen, serta olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska (HS-16) sebesar 6,97 persen.


Asim menambahkan bahwa peningkatan nilai ekspor komoditas HS-15 disebabkan oleh peningkatan volume ekspor, sementara komoditas HS-03 mengalami kenaikan nilai ekspor, namun HS-16 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Ini menggambarkan dinamika ekspor komoditas Sulut yang perlu terus dipantau dan dikelola dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#Sulawedi Utara #Ekspor #pintu gerbang #Olly Dondokambey