Kejadian ini memicu kecaman dari berbagai pihak, mengingat pelaku yang diduga terlibat dalam polling terbuka capres-cawapres di media sosial (medsos), merupakan oknum yang memegang jabatan strategis di organisasi perangkat daerah yang membidangi disiplin pegawai.
Sumber kredibel kepada Manado Post menjelaskan, akun Facebook dengan inisial JN, yang turut serta dalam polling terbuka tersebut, ternyata menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Bitung.
JN, yang seharusnya bertanggung jawab dalam pembinaan pegawai, terindikasi melanggar aturan netralitas PNS dalam Pemilu. "JN adalah Kabid Pembinaan Umum di BKPSDMD Kota Bitung. Bidang yang beliau tangani, menyangkut disiplin pegawai, termasuk memberikan pembinaan jika ada abdi negara yang melanggar etika atau aturan, seperti netralitas," ungkap sumber, PNS di Pemkot Bitung, Rabu (7/2).
Sementara itu, menurut salah satu pensiunan di Pemkot Bitung yang meminta namanya tidak disebutkan menilai, langkah dari seorang Kabid di BKPSDMD secara terang-terangan berpolitik praktis di medsos, mencoreng citra Pemkot Bitung.
"Kalau kemudian dugaan pelanggaran netralitas dari seorang PNS ini benar dilakukannya, sangat memalukan. Ini mencoreng citra Pemkot Bitung, termasuk nama baik pimpinan yaitu wali kota dan wakil wali kota," ungkapnya.
Apalagi lanjutnya, oknum yang diduga ikut dalam polling terbuka tersebut, adalah Kabid di BKPSDMD. "Sebagai seorang pejabat, apalagi yang membidangi disiplin pegawai, tidak pantas melakukan politik praktis. Bagaimana ia menegakkan aturan, sementara justru yang melakukan pelanggaran. Kalau terbukti benar, lebih baik jabatannya dievaluasi, bila perlu disanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tandas mantan pejabat di Pemkot Bitung ini.
Kepala BKPSDMD Kota Bitung Forsman Dandel SSos ketika hendak ditemui, tidak berada di kantornya. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp, belum membuahkan hasil. Dihubungi beberapa kali melalui panggilan, dalam keadaan aktif namun tidak direspon. Ia hanya membalas pesan, jika ia tidak berada di kantornya. "Ada acara di Warukapas," balas Dandel.(tr-01)
Editor : Franky Sumaraw