MANADOPOST.ID--Keberuntungan menaungi tiga figur pentolan lain. Kala maju bertarung maju di Pileg DPRD Kota Tomohon Tahun 2024, membawa panji PDIP.
Adapun diketahui, tiga figur hebat itu bisa disebut berani bertaruh, meski di saat yang sama masih aktif tercatat sebagai wakil rakyat di Kota Bunga.
Ketiganya sepakat dan terbukti pilihannya tepat. Bergabung dengan rumah besar kaum nasionalis, membuat ketiganya tinggal menunggu hasil resmi dari penyelenggara.
Lebih dari itu, ketiga figur tersebut bisa dikatakan jadi jawara di masing-masing dapil.
Semisal mantan Sekretaris Partai Golkar Tomohon James Enrico Kojongian, yang jemawa di Dapil Kota Tomohon III Kecamatan Tomohon Barat. JEK, sapaan akrabnya sangat kans jadi wakil rakyat periode 2024-2029.
Setelahnya ada nama Ferdinand Mono Turang alias Mono. Demikian Ketua KBK Kevikepan Tomohon ini kerap disapa. Keputusan Mono keluar dari Gerindra, terbukti tak menggerus dukungan bagi sosok vocal representasi Walian Raya ini.
Mono pun digadang-gadang jadi kolektor suara terbanyak di Dapil Selatan Kota Sejuk.
Sama dengan Mono yang keluar dari Gerindra, Santi Maria Runtu figur populis di Kelurahan Woloan Raya.
Pun diprediksi bakal kembali emban amanah. Raihan suara JEK dan Santi di Tomohon Barat, diyakini menempati urutan pertama dan ketiga dari slot empat kursi.
Dalam beberapa kesempatan, JEK mengaku banyak alasan mendasar yang memaksanya keluar dari partai lama. Satu yang hal yang pasti JEK bilang, banyak program kerja unggulan berpihak pada rakyat diusung PDIP. Namun karena terbentur dinamika kepentingan di DPRD Kota Bunga. Membuat dirinya akhirnya kekeh gabung PDIP.
"Banyak program kerja pro rakyat justru tak mencapai kata sepakat. Hal tersebut jadi pertimbangan besar saya untuk meyakinkan diri gabung bersama PDIP," ucapnya.
Jauh sebelum itu, Ketua DPC PDIP Tomohon Caroll Senduk SH dalam berbagai kesempatan menyebut, PDIP terbuka bagi seluruh pihak, asalkan punya kesamaan visi-misi berjuang dan gotong-royong bagi wong cilik.
"Kehadiran seluruh pihak, baik itu kalangan profesional, akademisi hingga mantan kader partai lain sekalipun. Jika berkerinduan masuk PDIP sudah tentu diterima. Asalkan, punya kesamaan visi-misi untuk berjuang bagi rakyat," tutur Caroll Senduk. (yol)
Editor : Julius Laatung