MANADOPOST.ID-Tertinggi sepanjang sejarah Provinsi Sulawesi Utara, realisasi Investasi Sulut Tahun 2023 menembus angka Rp10,71 triliun.
Sebab tercatat sepanjang tahun 2023 lalu, realisasinya menembus angka Rp10,71 triliun.
Bahkan angka ini, naik 64 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan capaian ini tertinggi dalam sejarah investasi di Sulut.
Tak hanya itu, hal tren positif ini diketahui merupakan angka tertinggi sejak satu dekade silam.
Capaian investasi yang luar biasa ini tentu tidak lepas dari peran Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (ODSK).
Pemerintahan ODSK dinilai mampu meyakinkan investor untuk mengembangkan usaha di Sulut. Terutama Gubernur yang salah satu tupokssinya, yaitu mencari dan menarik investor untuk menanamkan investasi di daerah yang dipimpinnya.
Lantas apa strategi yang telah dilakukan Gubernur Sulut Olly Donsokambey sehingga bisa menarik banyak investor ke Sulut?
Terbaru Gubernur Olly Dondokambey mengundang investor Jepang, dengan hasil positif. Yakni pihak investor akan membangun pabrik di Likupang, Minahasa Utara. Sementara Wagub Kandouw juga ikut berperan dengan memberikan pencerahan kepada calon investor mengenai pengembangan hotel dan resort di sepanjang pantai timur, pun mendapatkan respon positif.
Diketahui realisasi investasi yang sangat signifikan tersebut, didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,7 triliun. Sementara sisanya dari Penanaman Modal Asing (PMA) sekira Rp3 triliun.
Capaian investasi tersebut, tersalur pada 5.828 proyek. Dengan penyerapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 11.408 orang, dan Tenaga kerja Asing di tahun 2023 bertambah 20 orang.
Adapun sektor penyumbang terbesar investasi di tahun 2023 adalah sektor pertambangan 5,4 triliun. Kemudian disusul sektor listrik, gas dan air 1,3 triliun. Selanjutnya hotel dan restoran 778 miliar. Juga disumbang dari sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran 760 miliar.
Sektor kelima yaitu dari industri makanan 643 miliar. Selengkapnya lihat grafis.
Para investor yang menanamkan modalnya di Sulut, terbagi di beberapa kabupaten/kota, yakni Kota Manado dengan nilai investasi Rp2,5 triliun, Kabupaten Minahasa Utara Rp2,3 triliun, Kota Kotamobagu Rp1,2 triliun, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Rp1,1 triliun dan Kabupaten Bolaang Mongondow Rp842 miliar.
Kepada wartawan Gubernur mengatakan. "Realisasi investasi di Sulawesi Utara tahun 2023 terbesar sepanjang 10 tahun terakhir," tegasnya.
Gubernur juga menjelaskan, bagian dari strategi mendatangkan investor ke daerah, pihaknya terus memperkuat seruan untuk mendukung investasi demi mengatasi pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Gubernur selalu menekankan pentingnya mengundang investasi sebanyak mungkin tanpa adanya hambatan.
"Tugas kepala daerah harus mengundang investasi yang sebanyak banyaknya untuk membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya. Tidak boleh ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara ini, lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Dampaknya, pengangguran turun," kata Gubernur Sulut Olly Dondokambey.
Gubernur juga menyoroti hambatan-hambatan yang sering menghambat investasi, seperti proses perizinan yang lambat dan berbelit-belit, serta praktik pungutan liar. Menurutnya, semua hambatan tersebut harus dipangkas untuk memastikan investasi dapat mengalir dengan lancar.
Tingginya capaian investasi Sulut yang diraih saat ini, menurut Akademisi Unsrat Dr Welly Waworundeng, tidak lepas dari kehebatan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam melobi investor.
"Kehebatan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam melobi investor jadi keuntungan bagi daerah ini. Gubernur OD memiliki kemampuan lobi yang luar biasa. Selain itu, Gubernur juga dikenal memiliki banyak relasi pengusaha besar di Jakarta. Posisi bendahara umum partai, membuat Gubernur banyak berhubungan dengan pengusaha pengusaha besar di pusat. Jadi Sulut sangat beruntung dan bersyukur. Coba bayangkan kalau gubernur pergaulannya hanya di daerah. Kelas lokal. Tidak punya teman teman pengusaha di Jakarta. Tentu sulit mengundang investor agar membawa uang mereka untuk ditanamkan atau diinvestasikan di daerah ini," ujar Dr Welly Waworundeng yang juga Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik FISIP Universitas Sam Ratulangi Manado.
Pengamat pemerintahan ini juga menambahkan, peningkatan investasi di Sulut berkontribusi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi Sulut bahkan Indonesia.
"Dalam konteks ekonomi makro, investasi merupakan salah satu komponen penting dari pendapatan nasional atau Produk Domestik Bruto (PDB). Investasi memiliki hubungan positif dengan PDB. Ketika investasi meningkat, PDB juga akan naik. Jika PDB naik, maka pendapatan per kapita atau kesejahteraan masyarakat juga naik," jelas Dr Welly Waworundeng.
Tapi kehebatan lobi dan jaringan Gubernur di kalangan pengusaha nasional, harus didukung juga oleh pengelolaan pemerintahan yang baik.
"Peran pemerintah dalam mendukung investasi, antara lain menghapuskan hambatan-hambatan bagi investasi di daerah. Diharapkan pemerintah Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat," jelas Dr Welly Waworundeng.(rez)