MANADOPOST.ID--Pemerintah Kota Tomohon membuka penerimaan ASN dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K.
Total ada 200 kuota yang disediakan tahun ini. Dari jumlah itu, 50 diantaranya, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Daerah Kota Tomohon Dr Juliana Dolvin Karwur MKes MSi, adalah Oemar Bakri atau guru.
"Jumlah ini naik dari penetapan awal dari pemerintah pusat hanya 36. Kita usulkan lalu sampai ratusan, tapi bersyukur berkat lobi dan presentasi waktu Rakor di Makassar, jumlah yang bisa diterima menjadi 50," ungkap Dolvin, di sela pelaksanaan Konferensi Pers, difasilitasi oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakot Tomohon, Senin (18/3/2024)
Dilanjutkannya, bila menilik jumlah guru honorer yang terdata sebanyak 356 orang. Dolvin bilang, standar penerimaan guru honorer minimal sudah mencapai 6 semester atau setara dengan 3 tahun.
"Itupun sudah harus masuk dalam sistem Dapodik yang ada di kementerian. Karena nantinya, sistem yang memilah siapa-siapa saja yang sudah qualified atau memenuhi syarat. Jadi tidak ada intervensi apalagi karena kedekatan dinas dengan calon pelamar," bebernya.
Sembari menambahkan, secara kumulatif jumlah guru yang kini terdata mencapai 899 orang. Jumlah itu sudah termasuk guru honorer yang tersebar di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Ada juga guru honorer di pendidikan anak usia dini (PAUD)
"Secara keseluruhan memang, rekrutmen ASN untuk guru di Kota Tomohon terbatas. Karenanya banyak yang masih berstatus guru honorer. Pemkot Tomohon terus berupaya, biar ratusan guru honorer ini bisa naik status menjadi ASN lewat jalur P3K," pungkas birokrat senior kota bunga ini. (yol)
Editor : Julius Laatung