Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sudah Dimakamkan, ini Sosok Brigjen Donny Makaminan, Mantan Wadan POM Manado, eks Direktur Badan Intelijen Puspom AD, Tiga Kali Tugas Luar Negeri

Grand Regar • Rabu, 20 Maret 2024 | 17:24 WIB

Foto kenangan Almarhum Brigjen TNI (Purn) Donny Makaminan saat berfoto bersama keluarga, yang didapat Manado Post pada medio April 2015 silam.
Foto kenangan Almarhum Brigjen TNI (Purn) Donny Makaminan saat berfoto bersama keluarga, yang didapat Manado Post pada medio April 2015 silam.
MANADOPOST.ID-Kepergian sosok Almarhum Brigjen TNI (Purn) Donny Makaminan meninggalkan banyak cerita berkesan.

Manado Post Biro Jakarta pada medio April 2015 silam, pernah mewawancarai Brigjen Donny Makaminan sewaktu bertugas sebagai Direktur Badan Intelijen Puspom AD, di Jakarta.

Waktu itu Brigjen Donny Makaminan masih berpangkat Kolonel CPM. Saat ditemui di ruang kerjanya, kepada wartawan koran ini, Putra Nusa Utara tersebut, mengisahkan pengalamannya selama mengabdi sebagai anggota TNI AD.

“Saya masuk atau mendaftar dari Manado. Dan puji Tuhan saat itu saya dinyatakan lulus dan mulai menempuh pendidikan di Akademi Militer TNI AD, sejak tahun 1986,” tutur ayah dari Kevin Makaminan ini.

Orang tua Donny berdarah Nusa Utara dan Minahasa, ayahnya mantan Bupati Sangihe (alm) AJTh Makaminan dan ibunya (alm) Lin Rampengan.

Lebih lanjut, dituturkan Donny Makaminan sebagai anggota TNI, dirinya dituntut guna mengedepankan prinsip berjuang hingga akhir serta disiplin demi pengabdian terhadap bangsa dan negara.

Donny Makaminan pernah bertugas di luar neger. Sebagi Pampfik Pres RI 1989 Jerman Barat, Pampfik Pres RI 1989 Belanda, Pampfik Pres RI 1990 China.

“Ya, sejak masuk TNI pimpinan kami selalu menekankan tentang pengabdian untuk negara, apalagi untuk pelayanan bagi masyarakat yang benar-benar harus dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamri,” sebut Donny.

Masih dikatakan Donny, sebagai putra kawanua, disebutkannya Sulut saat ini merupakan daerah berkembang. Jadi diharapkannya masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk membangun daerah. Harus punya target jangka panjang dan jangka pendek. Serta Sulut harus sejajar dengan daerah maju lainnya, yang ada di Indonesia.

“Siapapun pemimpinnya harus punya komitmen kedaerahan untuk meyamakan itu. Jadi harus ada prinsip dan tujuan seperti itu. Dan yang harus diutamakan, harus berbuat baik bagi daerah, di semua lini dan sendi-sendi kehidupan,” kata mantan Wadan POM Manado ini.

Pria yang terkenal tegas, disiplin dan santun tersebut mengatakan, masyarakat Sulut begitu dinamis. Karena masih mempertahankan nilai-nilai kebudayaan daerah dan semboyan torang samua basudara.

“Toleransinya masyarakat untuk beragama sangat baik, di dalamnya banyak pembauran dan hingga saat ini, diakui oleh daerah yang lain. Kalau bisa harus dikembangkan dan ditingkatkan. Jadi kita tidak boleh malu-malu, karena sesuatu yang baik harus dicontohi,” ujarnya.

Penerima Satyalencana Dwidja Sistha dan lulusan Akademi Militer tahun 1986 tersebu, kaya akan pengalaman di dunia militer sebagai anggota TNI AD.

“Memang saat ini, Sulut masyarakatnya terkenal saling merangkul dan saling menghormati sesama. Oleh sebab itu, terkait masalah Kamtibmas ini merupakan tanggungjawab seluru elemen masyarakat. Baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, masyarakat, serta berbagai macam unsur penting di dalam masyarakat tentunya.

“Hukum jelas harus menjadi panglima, kehadiran TNI dan Polri di lapangan sangat dibutukan masyarakat. Tetapi kinerja TNI/Polri tidak bisa maksimal jika tidak didukung oleh seluruh masyarakat. Jadi masalah keamanan menjadi tanggungjawab bersama,” tutup Donny Makaminan menutup perbincangan dengan Manado Post kala itu.

Terima kasih. Selamat jalan jenderal.(gnr)

Editor : Grand Regar
#profil #Sosok #TNI #MANADO #Donny Makaminan