MANADOPOST.ID-Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw bikin Sulawesi Utara makin hebat. Karena saat ini Sulut telah miliki rumah sakit (RS) khusus Infeksi.
Hebatnya lagi, hanya dua di Indonesia. Rumah Sakit Khusus Infeksi yang menambah lengkap fasilitas kesehatan di Sulut ini, telah diresmikan oleh Gubernur Sulut Prof DR (HC) Olly Dondokambey, Kamis (21/3).
Ini menjadi RS Khusus Infeksi kedua di Indonesia dan satu-satunya di bagian Timur Indonesia.
Rumah Sakit khusus Infeksi pertama adalah Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta.
Rumah Sakit dr. Sulianti Saroso adalah sebuah rumah sakit vertikal tipe B non pendidikan yang berada di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rumah sakit ini terletak di daerah Sunter, Jakarta Utara. Nama RSPI Sulianti Saroso berasal dari nama seorang dokter Indonesia Julie Sulianti Saroso.
Gubernur Olly dalam sambutannya menerangkan rumah sakit Kitawaya di Kota Manado tersebut, awalnya dibangun Pemerintah Pusat pada tahun 2020 untuk layanan pasien covid-19. Saat ini berubah menjadi RS khusus infeksi.
"Dengan adanya rumah sakit khusus infeksi ini, layanan fasilitas kesehatan di daerah Nyiur Melambai ini makin komplit. Semoga dengan makin lengkapnya fasilitas kesehatan di Sulut, akan membawa manfaat bagi masyarakat Sulut. Juga masyarakat di kawasan Timur Indonesia. Karena tidak perlu jauh jauh ke Jakarta. Di Manado sudah ada. Penerbangan ke Manado dari provinsi lain di sekitar Sulut juga sudah banyak. Tinggal sekarang bagaimana agar para medis bisa meningkatkan pelayanan kepada setiap pasien yang ada," kata Gubernur terbaik yang pantas dijuluki Bapak Pembangunan Sulut ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr Deiby Kalalo, menjaskan Rumah Sakit Khusus Infeksi Kitawaya ditetapkan lewat SK Gubernur nomor 39 tahun 2023 dan telah memiliki ijin operasional sebagai salah satu UPTD Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.
Juga telah ditetapkan oleh Menteri Kesehagan sebagai RS jejaring penyakit infeksi emerging strata madya.
"RS ini akan bekerja sama dengan program TB dan Surveilens Dinkes Provinsi dan Kabupaten Kota, Global Fund, Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulut, Laboratorium Biomolekuler Unsrat dalam upaya percepatan pencapaian eliminasi TB 2030," ungkap Kalalo.
Pelayanan khusus infeksi meliputi layanan IGD, Poliklinik Rawat Jalan, ICU, NICU, PICU, ruang radiologi, rawat inap dan apotik, dengan fasilitas standar penyakit infeksi.
"Rumah sakit ini merupakan klasifikasi RS khusus tipe B, dengan daya tampung 85 tempat tidur dan akan melayani penyakit infeksi emerging HIV AIDS, Tubercolosis, dan penyakit infeksi lainnya selanjutnya akan dilakukan pengembangan layanan secara bertahap," tandas Kadis.
Turut hadir Wakil Gubernur, Drs Steven Kandouw, Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Ir Rita Maya Dodokambey-Tamuntuan, jajaran Forkopimda, Sekretaris TP PKK, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS, Sekdaprov Steve Kepel dan pejabat tinggi pratama Pemprov Sulut, Direktur dan staf RS Khusus Infeksi Kitawaya serta tamu undangan. (*)
Editor : Tommy Waworundeng