MANADOPOST.ID-Luar biasa, Gubernur Sulawesi Utara Prof Dr (Hc) Olly Dondokambey, telah memastikan kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga (ODSK) untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan yang lengkap dan terbaik.
Kepada wartawan, Gubernur menyatakan, langkah ini merupakan bagian dari ambisi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menjadikan Sulut destinasi "Health Tourism" yang dapat bersaing dengan Singapura dan Penang, Malaysia.
"Dengan adanya kesiapan RSUD ODSK sebagai pusat pelayanan kesehatan yang berkualitas, Sulawesi Utara dapat menarik perhatian wisatawan kesehatan dari berbagai belahan dunia. Dukungan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan fasilitas kesehatan dan meningkatkan standar pelayanan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan ambisi ini," ujar Gubernur hebat.
Gubernur Olly Dondokambey meyakini, melalui sinergi antara sektor publik dan swasta, Sulawesi Utara dapat membangun reputasi sebagai destinasi "Health Tourism" yang unggul, dengan menawarkan layanan kesehatan berkualitas tinggi serta pengalaman wisata yang menarik.
"Hal ini tentu saja akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara yang kita cintai ini," ujar OD mantap.
Apalagi saat ini, beber Olly, Indonesia khususnya Sulawesi Utara sudah termasuk di jalur pemasaran para turis-turis internasional.
"Karena keindahan alam Sulut, tiap bulan kita ada kunjungan kapal-kapal pesiar yang bawah orang sekitar 2.600. Sulut sudah masuk dalam jalur pelayaran kapal kapal pesiar megah dan besar dari Eropa dan Amerika. Kapal kapal itukan dari Inggris ke Karibia terus ke Australia dan ke Sulut. Kemudian balik lagi ke Eropa lewat mediterania. Sudah campur di dalam kapal semua, satu kapal itu 2.600 orang. Dalam bulan Maret ini diperkirakan empat kapal, nanti tiga bulan lagi ada sekian kapal yang akan singgah di daerah kita ini," ungkap Olly saat diwawancarai wartawan di Lobby Utama RSUD ODSK, belum lama ini.
Saat itu Gubernur Olly Dondokambey didampingi Wagub Steven Kandouw meninjau langsung RSUD ODSK di Jalan Bethesda Manado. Bethesda dalam Alkitab, merupakan tempat penyembuhan.
Gubernur memastikan sebelum berakhirnya tahun 2024 seluruh akses pelayanan maupun penunjang kesehatan baik sumber daya manusia dan peralatan medis sudah dirampungkan. Kalau belum selesai, akan dilanjutkan oleh Steven Kandouw.
"Apa yang kurang-kurang kita akan penuhi supaya semua bisa selesai tahun ini. Mereka juga menanyakan kepada saya persiapan dari pemerintah provinsi untuk layanan kesehatan dan kita juga sudah buka penerbangan-penerbangan langsung dari Bali, Sorong, Ambon dan dari daerah daerah lain di kawasan Timur," kuncinya.
Melihat keseriusan Pemerintah Provinsi Sulut, tanda awas bagi Singapura dan Penang Awas. Kini sudah ada lesaing baru dalam Health Tourism .
Sulawesi Utara telah menyatakan siap bersaing dengan Singapura dan Penang Malaysia dalam wisata kesehatan.
Sulawesi Utara, provinsi paling ujung Utara Indonesia ini, semakin menunjukkan potensi dan kesiapan dalam bersaing di industri wisata kesehatan.
Provinsi ini telah mengambil langkah-langkah penting untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi para wisatawan, dengan tujuan untuk menarik perhatian lebih banyak wisatawan kesehatan dari seluruh dunia.
Dalam persaingan ini, Sulawesi Utara memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata kesehatan yang menarik, sejajar dengan Singapura dan Penang di Malaysia. Dukungan pemerintah daerah dan sektor swasta dalam pengembangan infrastruktur kesehatan dan promosi pariwisata menjadi faktor kunci dalam pencapaian ini.
Dengan sumber daya alam yang kaya dan keindahan alamnya yang menakjubkan, Sulawesi Utara memiliki daya tarik yang dapat bersaing dalam pasar wisata kesehatan global. Melalui investasi yang terus menerus dalam pengembangan fasilitas kesehatan dan promosi yang efektif, Sulawesi Utara siap menjadi salah satu destinasi utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman kesehatan yang unik dan berkualitas.
Menurut laporan terbaru, Kanada peringkat teratas dalam Indeks Wisata Kesehatan dunia pada tahun 2016 dengan skor mencapai 76,62.
Diikuti oleh Singapura yang menempati peringkat keempat dengan skor 73,56, serta India yang berada di posisi kelima dengan skor 72,1. Peringkat ini mencerminkan perhatian yang semakin meningkat dari negara-negara di Asia terhadap kesehatan dan keamanan wisatawan.
Selain itu, Korea Selatan juga mencatatkan pencapaian yang baik dengan menempati posisi kedelapan dalam Indeks Wisata Kesehatan dengan skor 70,16.
Hal ini menunjukkan bahwa Korea Selatan juga menjadi destinasi yang ramah dan aman bagi para pengunjung.
Dengan demikian, peringkat Indeks Wisata Kesehatan ini menjadi gambaran penting bagi negara-negara untuk terus meningkatkan standar kesehatan dan keamanan dalam industri pariwisata guna menarik lebih banyak wisatawan internasional.
Adapun, Indonesia tengah mengembangkan wisata kesehatan, salah satunya di Sulawesi Utara. (*)
Editor : Tommy Waworundeng