MANADOPOST.ID- Gunung Ruang di Kepulauan Tagulandang, Sulawesi Utara, kembali meletus setelah terakhir kali pada tahun 2002.
Sekarang, dua kampung di Kecamatan Tagulandang dievakuasi karena dampak erupsi Gunung Ruang sejak Selasa (16/04/2024).
Sebanyak 272 kepala keluarga (KK) atau 828 jiwa dievakuasi, dengan Kampung Laingpatehi mencakup 166 KK atau 506 jiwa, dan Kampung Pumpente mencakup 106 KK atau 322 jiwa.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memberikan bantuan berupa 123 lembar tikar, 120 selimut, dan 400 masker.
Penjabat Bupati Sitaro, Joi E B Oroh, turun langsung membawa bantuan kepada masyarakat terdampak.
"Kami melakukan perjalanan membawa bantuan dari Ulu Siau menuju Tagulandang," kata Oroh melalui pesan singkat pada Rabu (17/04/2024).
Para warga dievakuasi ke Pendopo Kantor Kecamatan Tagulandang karena di lokasi tersebut paling representatif.
"Nantinya juga akan didirikan posko evakuasi," tambahnya.
Jika kondisi semakin memburuk, pihak Pemerintah telah menyiapkan kapal feri untuk membantu proses evakuasi warga meninggalkan wilayah yang terdampak.
"Karena ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk melindungi masyarakat," ujar Oroh.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sitaro, Sony Belseran, menyatakan bahwa evakuasi dilakukan dari Pulau Ruang menuju Pulau Tagulandang menggunakan kapal KM Lohoraung.
"Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan berkoordinasi dengan Pemerintah terkait aktifitas erupsi Gunung Ruang," ungkapnya.
Erupsi Gunung Ruang pada Selasa malam (16/4) berdampak pada wilayah sekitarnya. Rumah ibadah di wilayah Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara dialihfungsikan sebagai tempat pengungsian.
Pemerintah daerah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara untuk monitoring dan penanganan.
Camat Tagulandang, Norbert A Sakendatu SIP, menyatakan bahwa saat ini listrik di daerahnya padam.
"Selain itu, juga terjadi hujan abu kerikil akibat semburan Gunung Ruang," tambahnya kepada Manado Post.
Plh Kepala Dinas Sosial Sulut dr Merry Mawardi menyampaikan bahwa Dinsos Sulut juga telah menyalurkan bantuan ke lokasi.
"Bantuan sudah dibawa melalui kapal TNI AL," ungkap Merry. (dew/gre)