Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sampai Kapan Bandara Sam Ratulangi Ditutup? Simak Informasi Terbaru Berikut!

Tanya Rompas • Minggu, 21 April 2024 | 11:52 WIB

Bandara Sam Ratulangi Manado
Bandara Sam Ratulangi Manado
MANADOPOST.ID- Bandara Sam Ratulangi Manado sudah 4 hari ditutup sementara akibat terdampak. Calon penumpang bertanya-tanya kapan operasional bandara akan dibuka kembali.

Otoritas bandara, pada Minggu, 21 April 2024, kembali mengumumkan akan memperpanjang penutupan sementara.

"Update 21 April 2024. Mendasari hasil pengamatan aktivitas abu vulkanik Gunung Ruang dan Notam: A1041/24 NOTAMR A1021/24. Demi menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, operasional Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, ditutup sementara sampai dengan Senin, 22 April 2024, pukul 12.00 Wita," bunyi pemberitahuan di akun media sosial bandara.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan erupsi Gunung Ruang di Sitaro, Sulawesi Utara. Laporan yang diterima BNPB tadi malam (20/4), dampak erupsi semakin luas. Karena itu, pemerintah menekankan agar upaya penanganan darurat dimaksimalkan.

Sampai kemarin status Gunung Ruang masih awas. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, semua pihak masih terus menjalankan upaya antisipatif. Fokus utama pada penyelamatan warga di area yang terdampak.

Pemerintah juga mengirim personel untuk melakukan kajian cepat, evakuasi, dan penyelamatan. Logistik dan peralatan penanganan bencana letusan gunung api juga terus dikerahkan.

Hasil pendataan BNPB hingga pukul 14.00 WIB kemarin menyebutkan, sebanyak 10 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), terdampak material vulkanis Gunung Ruang. Material vulkanis itu mulai dari hujan abu disertai kerikil sampai dengan bebatuan. Hujan material vulkanis tersebut sebelumnya sempat terjadi pada Selasa–Rabu (16–17/4) lalu.

Data lainnya menyebutkan bahwa ribuan warga telah mengungsi. Perinciannya, 506 warga dari Desa Laingpetehi, 332 warga Desa Pumpete, dan 679 warga Desa Tulusan. Kemudian, 6.045 warga Desa Kelurahan Bahoi dan Kelurahan Balehumara juga ikut mengungsi. Sampai saat ini, proses pendataan terhadap warga yang mengungsi masih terus dilakukan.

Untuk kerusakan fisik, dilaporkan ada 135 rumah di Kabupaten Sitaro yang mengalami kerusakan. Ada juga dua bangunan gereja dan satu sekolah dasar yang rusak.

Muhari menuturkan, BNPB terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak erupsi Gunung Ruang. Di antaranya, penyediaan lima set tenda pengungsi. Kemudian, ada seratus unit tenda keluarga. Ada pula bantuan berupa paket makanan siap saji, hygiene kit, matras, selimut, kasur lipat, dan lainnya.(jpg/tan)

Editor : Tanya Rompas
#Bandara Sam ratulangi #Gunung Ruang