Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Prof Olly Dondokambey, Penasihat BPMS GMIM Ingatkan Soal Regenerasi Pelayanan Pendeta di GMIM

Clavel Lukas • Rabu, 8 Mei 2024 | 15:08 WIB

 

Gubernur Olly Dondokambey saat memberikan sambutan
Gubernur Olly Dondokambey saat memberikan sambutan

MANADOPOST.ID--Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ditantang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, integritas, moral serta tak lupa mewariskan semangat regenerasi. Biar kedepannya GMIM bisa makin baik, mensejahterakan jemaat sekaligus pelayan didalamnya. 

Hal ini ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara Prof Dr (HC) Olly Dondokambey SE di sela-sela membuka secara resmi pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke 36 di Jemaat GMIM Bukit Moria Tikala Baru Wilayah Manado Timur IV, belum lama ini. 

"Jadikan momen SMST untuk melakukan dan mengevaluasi banyak hal. Tentunya pola pelayanan dan teknis jalannya organisasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Karena kita sebagai pelayan, lebih khusus yang sudah senior, jangan terlalu nyaman di satu periode atau posisi. Kasih kesempatan kepada generasi muda, bukan begitu Pak Ketua Sinode?" ucap Olly Dondokambey yang juga Ketua Forum Komunikasi (FK) PKB PGI periode 2023-2028.

Bukan tanpa sebab memang, menurut amatan OD yang juga Penasihat BPMS GMIM ini mengilustrasikan mekanisme regenerasi yang lamban, bisa saja berpotensi mengurangi kualitas layanan GMIM bagi jemaat. 

"Sudah pernah denger iklan salah satu furniture, "kalau sudah duduk, lupa berdiri". Nah, hal-hal ini yang harus menjadi perhatian utama organisasi. Teknis-teknis yang mengatur tentang pelayanan pendeta harus ditinjau lagi. Karena jika terlambat memperbaiki sistem, konsekuensi yang ditanggung tak lain itu adalah jemaat," tukasnya.

Moral dan integritas membawa dan membangun organisasi, apalagi tugas dan tanggung jawab pelayanan. Jadi dua indikator penting, yang harus selalu dijaga oleh pemimpin organisasi gereja di Nyiur Melambai. 

Bila tak sesuai dengan dua poin di atas, Olly bilang, banyak hal-hal yang bisa saja bergerak dari bawah menuntut perubahan. Dirinya meyakini proses dan waktu Tuhan, terhadap masa depan seorang itu sudah diatur oleh Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja.

"Jangan nanti sudah berumur contoh, 60-an atau dibawahnya, baru bisa menjadi ketua BPMJ. Yakin dan percaya, torang tak perlu khawatir akan keberlangsungan GMIM. Karena jika waktu kita tiba, tidak ada yang dapat menghalangi. Tentunya kekhawatiran kita bersama, siapa figur yang tepat menjadi pemimpin organisasi gereja ini di tahun 2027. Yakini dan Amini adalah orang yang tepat," sebutnya.

Sindiran yang diucapkan OD itu, bila diartikan bisa jadi mengarah kepada pihak-pihak yang ingin mengubah Tata Gereja GMIM. Tata Gereja GMIM yang terakhir kali diubah pada tahun 2021 lalu, sekaligus jadi pedoman teknis gereja di periode pelayanan 2022-2027. 

Sebelumnya, dalam Podcast MP Talk dengan Pnt Recky Montong, Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Data, Informatika dan Litbang. Dipaparkan bila riak-riak perubahan tata gereja, mulai dihembuskan sejumlah pihak yang disinyalir punya kepentingan kelompok maupun individu tertentu. 

Dikarenakan, keputusan Tata Gereja yang tertuang di tahun 2021 lalu, dikatakan Pnt Kiki sapaan akrabnya, belum juga tersosialisasi dengan baik kepada jajaran internal BPMS lebih lagi jemaat dan ketua BPMJ dan BPMW. 

"Ibaratnya, mereka yang mengusulkan agar ada perubahan atau revisi Tata Gereja ini, seperti tidak menghargai hasil kerja, buah pikiran dan gagasan pada forum pengambilan keputusan bersama kala itu. Jangankan jemaat, saya saja yang ada di dalam BPMS. Harus melihat kembali, membuka dan membaca bagian-bagian atau pasal yang sesuai. Biar tidak salah implementasi di saat pelaksanaannya," ujar Pena Kiki. (yol)

Editor : Clavel Lukas
#SMSI #GMIM #BPMS #pendeta #SMST #Olly Dondokambey