Di era HV Worang, pembangunan jalan dan jembatan seantero Sulut sangat jor-joran karena pemerintah pusat terganggu perjuangan Permesta.
Nah. Dinamai Stadion Klabat okeh HV Worang mengingat pemandangan atau view lapangan kebanggaan pecinta sepakbola Sulut adalah Gunung Klabat. “Lihat sejarahnya. Stadion Klabat itu diberi nama oleh Mayjen Hein Victor Worang,” kata Prof DR Jani Kusen, tokoh masyarakat Karombasan.
Berjalan waktu, panorama Gunung Klabat Maha Karya HV Worang akhirnya ditutup oleh bangunan AGUS ELEKTRIK ABIDIN yang MANGKRAK hingga sekarang.
Menurut Prof Jani, ada baiknya bangunan mangkrak itu secepatnya dibangun dan dikembangkan. Apalagi sudah diapit Hotel Gran Puri dan Rogers Hotel. “Ini kritik konstruktif. Saya kritik tapi saya kasih solusi yang membangun,” katanya seraya menyebut sayang jika dibongkar.
Ia menambahkan, UMKM binaan pemerintah atau BUMN bisa diberdayakan di tempat tersebut. Karena bangunan mangkrak sangat merusak wajah kota dan mengganggu estetika Kota Pariwisata Manado.
Sebelumnya, warga gusar. Saking gusarnya, warga mengusulkan nama Stadion Klabat diganti menjadi Stadion Agus Elektrik Abidin gegara view Gunung Klabat telah dihalang bangunan mangkrak.(*)
Editor : Tanya Rompas