MANADOPOST.ID-Menteri Keuangan Sri Mulyani apresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawa Kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw berhasil tekan inflasi lewat program Marijo Bakobong.
Apresiasi ini disampaikan langsung Menteri Keuangan RI DR Sri Mulyani Indrawati berbicara pada seminar nasional Jesuit Indonesia di Jakarta, Kamis (30/5/2024).
Menkeu Sri Mulyani memaparkan ringkasan perekonomian di Indonesia pada seminar bertajuk Prospek Ekonomi Indonesia di Era Pemerintahan Baru.
"Ada daerah yang inflasi tinggi karena cabe. Yaitu di Mando. Hal hal seperti itu yang harus diatasi oleh kepala daerah secara antisipatif. Kami memberikan reward kalau inflasi mereka rendah. Berarti mereka taking care market of comodity. Ini yang menyebabkan Indonesia relatif berhasil menjaga inflasi," jelas Menkeu Sri Mulyani.
Daerah yang Sri Mulyani maksudkan adalah Provinsi Sulawesi Utara. Yang berhasil mengatasi inflasi. Bahkan hebatnya lagi, bukan saja inflasi turun. Tapi mengalami deflasi. Dan deflasi itu terjadi sampai 3 kali di tahun 2024 ini.
Rilis terbaru Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara (BPS Sulut) di Bulan Mei 2024 ini, Sulut mengalami deflasi sebesar 0,07 persen. Sementara secara year on year mengalami inflasi sebesar 4,15 persen.
Kepala BPS Sulut Asim Saputra menyebutkan, deflasi ini sudah ketiga kalinya terjadi di Sulut.
"Ini Deflasi ketiga tahun 2024. Sebelumnya Januari dan Februari Sulut juga alami deflasi," jelas Kepala BPS, Senin (3/6) siang.
Lantas langkah antisipatif apa yang dilakukan Pemprov Sulut sehingga berhasil turunkan inflasi?
Langkah antisipatif yang Pemprov Sulut lakukan sendiri yaitu meningkatkan daya beli petani sehingga bisa mengimbangi kenaikan harga berbagai kebutuhan. Yaitu dengan meningkatkan pendapatan petani lewat gerakan "Marijo Bakobong". Seluruh masyarakat diajak memberdayakan lahan tidur menjadi lahan produktif lewat Bakobong.
" Strategi tanam cabai dan memperkuat tanam holtikultura oleh Pemerintah Sulawesi Utara membawa kesuksesan dalam menekan inflasi dan hal ini patut diberi penghargaan atas kerja keras yang didukung ole rakyat sulawesi utara melalui program marijo bakobong. Dengan tanaman cabai saja bisa mengatasi daya beli masyarakat maupun nilai tukar petani bergerak naik dan yang paling membahagiakan adalah tekan laju inflasi," ujar Ventje Pinontoan.
Ini sangat membanggakan baik bagi OD-SK tapi juga rakyat Sulut. Dan sebagai warga Sulut bersyukur karena pemerintah pusat memantau kinerja dan mengakui keberhasilan ini. Untuk itu mari kita dukung terus kebijakan OD-SK dalam mensejahterakan rakyat Sulawesi Utara," ujar Ventje.
Hal lain diungkapkan Boni Tooy MSi. "Tekad lerja keras dan strategi melalui program menananm ini harus terus dijaga , agar apa yang dicapai saat ini akan terus menerus memdapat perhatian pemerintah pusat. Khusus bagi petani dan hal ini bukan hanya petani yang sukses, tapi rakyat Sulut terhidar dari ancaman inflasi," jelas Boni Tooy MSi. (*)
Editor : Tommy Waworundeng