Kepala BPBD Minahasa Lona Wattie SSTP MAP mengatakan, bencana longsor dan banjir mengakibatkan beberapa rumah dan lahan pekuburan ikut terdampak. Meski begitu, beruntung sampai saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Untuk langkah-langkah yang dilakukan. Kita telah berkoordinasi dengan Pimpinan, dan menerjunkan Tim Reaksi Cepat, serta mempersiapkan alat yang dibutuhkan kemudian segera menuju lokasi kejadian," jelas Lona.
Ia pun menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa. "Kalau bisa tetap berada dirumah, dan segera mengevakuasi diri jika berada didaerah yang rawan longsor dan banjir. Mari tingkatkan kewaspadaan kita disaat cuaca buruk," tukasnya.
Menurut BMKG, bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Minahasa disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi yang panjang.
Dijelaskan Kepala Stasiun Koordinator operasional BMKG Sulut Ben Arther Molle STr MSi, hal ini disebabkan adanya bibit siklon tropis 98W, terpantau berada di Laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum 20 knots dan tekanan udara minimum 1009 hPa. "Dan mengakibatkan konvergensi / pertemuan massa udara disekitar sistem termasuk di wilayah Sulawesi Utara dan memicu pertumbuhan awan - awan konvektif di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Kondisi ini didukung dengan labilitas udara yang cukup labil dan kelembaban udara yang sangat tinggi sehingga terjadi hujan dalam durasi waktu yang lama," jelasnya.
Berdasarkan data dari BMKG serta ditunjang data input prakiraan cuaca yang digunakan dalam operasional Stasiun Meteorologi Klas II Sam Ratulangi Manado, kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Utara umumnya berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk 3 hari kedepan. Namun masih perlu diwaspadai adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang Sulawesi Utara terutama pada siang hingga.
Terpsiah, Hukum Tua Desa Rumbia Oliver Dharmawan membeber ada 85 rumah yang terdampak banjir. Diungkapkannya, banjir terjadi di Desa Rumbia akibat hujan deras dan luapan air suangai dari Desa Atep dan Palamba.
"Penanganan saat ini, Pemdes Rumbia mengadakan swadaya dapur umum untuk warga yang terdampak bencana. Kami harap juga ada bantuan dari Pemkab Minahasa untuk korbab bencana di Rumbia," kuncinya.(ler)
Berikut Lokasi Bencana Longsor dan Banjir di Kabupaten Minahasa:
1. Longsor di ruas jalan penghubung Desa Manembo dan Desa atep serta Jalur ruas jalan Desa Manembo dan Desa Palamba, Kecamatan Langowan Selatan, Pukul 09.28 Wita.
Yang Terdampak: Ladang Pekuburan dan beberapa rumah serta Bebarapa titik Ruas jalan tertutup longsor dan belum bisa di lalui
2. Banjir di Desa Rumbia Kecamatan Langowan Selatan, Pukul: 10.11 Wita
Yang terdampak : Beberapa pemukiman warga
3. Longsor di Desa Temboan Kec.Langowan Selatan, Pukul: 10.11 Wita
Yang terdampak : 1 Rumah warga
4. Longsor dibeberapa titik Ruas jalan Desa Kapataran ke Desa Kora-kora
Hari/Tgl : Rabu,26 Juni 2024
Waktu : 10.32 Wita
5. Banjir di Desa Paso Kec.Kakas, Pukul: 11. 27 Wita. Yang terdampak : Beberapa pemukiman warga.
6.Pohon Besar Tumbang di Ruas Jalan Tondano-Remboken via Unima
SUMBER: BPBD KABUPATEN MINAHASA, RABU (26/6/2024).
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan