Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jenderal Polri Asal Sulut Layak Masuk Kabinet Prabowo, Baik Menteri, Wamen, Dirjen, Dubes, Ini Daftarnya

Filip Kapantow • Rabu, 3 Juli 2024 | 12:19 WIB

BERKUALITAS: Putra-putri terbaik Sulawesi Utara kans warnai kabinet Prabowo-Gibran (PraGib) 2024-2029. Peluang Putra Kawanua dengan latar belakang Polri, terbuka lebar.
BERKUALITAS: Putra-putri terbaik Sulawesi Utara kans warnai kabinet Prabowo-Gibran (PraGib) 2024-2029. Peluang Putra Kawanua dengan latar belakang Polri, terbuka lebar.

MANADOPOST.ID
-Putra-putri terbaik Sulawesi Utara kans warnai kabinet Prabowo-Gibran (PraGib) 2024-2029.

Modal Sumber Daya Manusia (SDM) cerdas dan berpengalaman, dinilai mampu mengisi posisi sebagai menteri, wakil menteri, dirjen, hingga duta besar.

Apalagi, ada wacana penambahan kementerian jadi 40. Peluang Putra Kawanua dengan latar belakang Polri, terbuka lebar.

Ada nama Komjen Pol (Purn) Petrus Reinhard Golose, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sebelum pensiun, Golose telah dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat dalam berbagai posisi strategis, termasuk Kepala BNN.

Selama masa kepemimpinannya di BNN, Golose berhasil membongkar 50 jaringan pengedar, menutup dua pabrik narkotika, dan menyita ratusan kilogram barang bukti narkotika dari berbagai jenis selama Tahun 2022.

Baca Juga: Suku Mante, Mengungkap Kisah Manusia Kerdil yang Menjadi Legenda Aceh

Pada tahun yang sama, BNN berhasil mengungkap 23 jaringan internasional, 26 jaringan nasional, dan dua laboratorium rahasia.

Lalu ada Irjen Pol (Purn) Carlo Brix Tewu. Partai Golkar telah resmi menyatakan dukungan kepada Carlo Tewu dalam Koalisi Solidaritas Sulut Maju, koalisi yang memenangkan pasangan Pragib.

Kini peluang terbuka lebar bagi Carlo Brix Tewu untuk maju gubernur ataupun diangkat jadi menteri.

Diketahui, Carlo Tewu, adalah Purnawirawan Polri yang kini menjabat Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Kementerian BUMN. Selain itu, Carlo Tewu pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Barat periode 2016—2017.

Berikutnya ada nama Irjen Pol (Purn) Royke Lumowa yang dianggap layak masuk bursa menteri hingga Dubes. Lumowa kenyang pengalaman dan berprestasi. Mantan Kapolda Sulut ini banyak melakukan gebrakan selama memimpin istitusi Polri di Sulut.

Berhasil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, Lumowa juga dikenal karena tindakan tegas memberantas praktik mafia tanah dan tambang.

Sama halnya dengan Carlo Tewu, Irjen Pol (Purn) Ronny Sompie juga telah memasuki dunia politik. Rekam jejaknya yang gemilang di kepolisian telah menarik perhatian Partai Golkar, kemudian merekrut Sompie sebagai kandidat legislatif beberapa waktu lalu.

Sompie resmi pensiun dini dari kepolisian pada Tahun 2015 setelah diangkat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebagai Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kapolda Bali dan Kepala Divisi Humas Mabes Polri.

Kemudian, ada Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto, yang kini menjabat sebagai Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), juga layak dipertimbangkan untuk posisi menteri.

Dalam lingkup Polri, Benny Mamoto terakhir kali menjabat sebagai Deputi Pemberantasan Narkotika BNN dari Tahun 2012 hingga 2013.

Sebelumnya, ia telah bekerja di lingkungan BNN sejak Tahun 2009 dan menjabat sebagai Direktur Badan Narkotika Nasional hingga Tahun 2012.

Ada juga Brigjen Pol (Purn) Wenny Warouw. Wenny pernah menjabat sebagai Direktur Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Direksus Bareskrim) Polri pada periode 2006-2008, bertanggung jawab dalam menyelidiki kasus tindak pidana di berbagai bidang, termasuk perbankan, pajak, asuransi, cyber crime, pencucian uang, dan hak atas kekayaan intelektual.

Periode 2014-2019, Wenny terpilih sebagai Anggota DPR-RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), mewakili Daerah Pemilihan Sulut.

Ada juga yang masih aktif. Diantaranya, Irjen Pol Drs Victor Gustaf Manoppo MH. Seorang perwira tinggi Polri yang sejak 4 Maret 2022 mengemban amanat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sempat Wakapolda NTT (2017),

Wakil Ketua Bidang PPITK STIK Lemdiklat Polri (2018), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (2021). Juga, Irjen Pol Dr Winston Tommy Watuliu SIK MSi yang baru naik pangkat bintang dua. Kini, mendapat penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN). Watuliu adalah lulusan Akpol 1989 yang berpengalaman di bidang reserse.

Sebelum ini, ia menjabat Direktur Pencegahan dan Pemulihan di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pengamat Politik Dr Alfons Kimbal memberikan analisis kemungkinan banyaknya SDM berkualitas dari Sulawesi Utara yang akan dibawa ke dalam kabinet Prabowo-Gibran yang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, koneksi politik Prabowo sebagai putra Kawanua bisa membuka pintu bagi banyak kader dari Sulut.

Kedua, adanya dorongan untuk mewakili beragam daerah di kabinet dapat meningkatkan peluang kader-kader dari Sulawesi Utara mendapat posisi.

"Terutama kebutuhan akan keahlian khusus dalam setiap kementerian masing-masing," nilai Kimbal, dosen FISIP Unsrat.

David Purukan MSi, Pengamat Politik, juga memberikan penilaian. Menurut Purukan, distribusi SDM dari Sulawesi Utara ke level kementerian tidak harus terbatas pada jabatan menteri.

"Misalkan bisa pada tingkat wakil menteri, direktur jenderal, atau jabatan yang setara, kalau mau memperluas representasi Sulut. Secara positif ini bisa jadi kesempatan emas karena selama ini masih cukup kurang SDM dari Bumi Nyiur di level kementerian," nilai Purukan, magister dari Unsrat. (gre)

Editor : Filip Kapantow
#Sulut #jendral polri #BSSN