MANADOPOST.ID--Asean Homestay Forum (AHF) siap digelar bersamaan dengan perhelatan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 8-10 Agustus mendatang.
Ketua Umum DPP Indonesia Homestay Association (IHSA) H. Alvy Pongoh SE ME menyampaikan, nantinya dalam iven yang digelar selama 3 hari itu, tercatat sudah ada 120 peserta yang nantinya hadir mengikuti AHF sekaligus menjajal pesona TIFF di Kota Bunga.
Dari informasi terakhir, sejumlah utusan negara Asean yang nantinya menghadiri AHF masing-masing, Singapura, Malaysia dan Thailand.
Dari jumlah peserta itu, Alvy bilang, sedikitnya ada 60 Homestay di Tomohon jadi tempat penginapan atau akomodasi.
Otomatis, dari sisi profitabilitas, IHSA berharap momentum tersebut dapat memberikan angin segar bagi pemilik Homestay di Kota Tomohon. Untuk bangkit dan serius menggeluti bisnis jasa dan akomodasi, pasca terdampak Pandemi Covid-19.
"Selain kedatangan dari peserta AHF memberikan kontribusi positif bagi pegiat Homestay. DPP IHSA berharap, para pengusaha homestay dapat mengambil momentum baik ini untuk lebih memperkuat mindset, mengasah inovasi dan kreativitas. Biar eksistensi Homestay di Kota Tomohon bisa makin dikenal wisatawan mancanegara," kata Alvy.
"Karena ketika homestay Tomohon banyak dikenal wisatawan mancanegara, otomatis akan dipromosikan kala mereka kembali ke negara asal. Secara tidak langsung para turis ini nantinya, membantu mempromosikan Tomohon sebagai destinasi pariwisata dunia," sambungnya.
Alvy melanjutkan, nantinya dalam AHF, akan ada tiga kegiatan salah satunya diskusi panel yang direncanakan menghadirkan pembicara sekelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ada juga Menteri Desa karena berkaitan dengan keberadaan desa wisata yang wajib ditopang dengan kehadiran Homestay.
"Kita berharap dari hasil diskusi panel nanti bermuara pada rekomendasi dan deklarasi, untuk pelaku homestay di tingkat Asean. Mari kita doakan rencana baik ini biar berjalan sesuai dengan rencana. Intinya IHSA lewat AHF siap menyukseskan TIFF Tahun 2024," tutur Alvy.
Senada, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Tomohon Judhistira Siwu SE MSi menyampaikan, banyak peluang sekaligus tantangan yang menuntut kesiapan mental pelaku usaha homestay. Namun demikian, pihaknya bersyukur mayoritas pegiat Homestay di Tomohon mampu survive (bertahan, red) di tengah dinamik kondisi perekonomian Indonesia dan global, pasca invasi Covid-19.
"Tinggal kualitas yang perlu ditingkatkan. Banyak wisatawan justru tertarik dengan keaslian dan kearifan lokal budaya serta arsitektur bangunan di Tomohon atau Sulawesi Utara secara keseluruhan. Kalau gedung bertingkat atau kecanggihan fasilitas mereka (turis, red) sudah sering menjumpai hal itu di negara mereka masing-masing. Yang dicari itu justru keaslian dan kesan natural, alami dan orisinalitas. Karena prinsipnya mereka mencari sesuatu yang baru untuk dieksplorasi," terang Judhi sapaan akrab birokrat muda Pemkot Tomohon ini.
Sembari menambahkan, Dispar Tomohon pun intens melakukan lokakarya atau Focus Group Discussion, guna meningkatkan literasi, edukasi dan daya saing bagi pegiat Homestay, biar kedepannya makin mantap dan hebat menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang datang berpelesir ke Kota Sejuk. (yol)
Editor : Julius Laatung