"Jumlah korban meninggal dunia 23 orang dari total 124 korban (terdampak),” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto pada Selasa, 9 Juli 2024.
”Keseluruhan korban terdiri atas warga lokal Bone Bolango, Gorontalo, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara; dan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah; serta ada satu orang korban meninggal yang belum diketahui identitasnya,” terang Hariyanto.
”Untuk korban meninggal, sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara, dan yang selamat namun mengalami luka-luka, dilarikan ke RSUD Aloei Saboe dan RSUD Toto Kabila untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Hariyanto.
Proses pencarian di lokasi tambang dilanjutkan pada Selasa (9/7) pagi. Mengingat cuaca kemarin, sedang turun hujan, serta kondisi medan yang cukup sulit untuk dilalui.
Sejauh ini, kata Hariyanto, proses pencarian korban hingga evakuasi berjalan dengan lancar. Faktor cuaca dan kondisi medan menjadi kendala utama yang dihadapi tim SAR gabungan.
Sampai saat ini, personel di Posko SAR Tulabolo, tengah berupaya mengumpulkan data-data dan identitas para korban. Baik yang dihimpun dari personel di lokasi tambang, korban selamat, hingga keluarga korban.
Sementara itu, di lokasi Posko SAR juga masih banyak warga yang berkumpul dan menunggu informasi terkait keberadaan keluarga yang diduga menjadi korban tanah longsor di kawasan tambang rakyat tersebut.
Sebanyak 230 orang personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk melakukan pencarian korban tanah longsor itu. Hariyanto mengatakan, para personel tersebut terdiri atas unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan PMI Kabupaten Bone Bolango, serta RAPI Gorontalo.
”Mereka kita bagi menjadi beberapa regu yang akan melaksanakan operasi SAR di pos-pos yang telah kita tentukan,” papar Hariyanto.
Untuk mempermudah proses pencarian hingga evakuasi, lanjut dia, beberapa personel juga ditempatkan di sejumlah titik yang dilalui personel lain pada saat melakukan evakuasi para korban. Mengingat keseluruhan jembatan penghubung di wilayah tersebut terkonfirmasi telah putus akibat diterjang banjir bandang.(gnr)
Editor : Grand Regar