Hasil tersebut menjadi prioritas pengawasan coklit untuk Pilkada 2024 oleh jajaran Bawaslu di Sulut.
Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh mengatakan ada tiga prioritas pengawasan sub coklit sesuai identifikasi kerawanan Bawaslu.
"Pertama, daerah terluar. Dimana ada pemilih di wilayah susah akses, wilayah perbatasan dan daerah kepulauan," ujar Ardiles.
Kedua yakni kelompok rentan. Dimisalkannya, pemilih disabilitas, kelompok aliran/agama yang menolak untuk di coklit.
Yang ketiga, lanjutnya, pemilih terkonsentrasi/terisolir. Misalnya pemilih di pondok-pondok pesantren, Lapas, Rutan, Rusun, relokasi, bencana dan daerah tambang.
"Nah, hasil identifikasi kerawanan ini penting menjadi masukan bagi kita semua. Termasuk KPU dalam menyusun pedoman teknis coklit data pemilih," ucap Ardiles. (Livrando Kambey)