MANADOPOST.ID-Yordanian dan Arab Saudi larang Iran lewati dan gunakan wilayah udara kedua negara tersebut jika Iran lakukan serangan balasan ke Israel.
"Yordania, Menlu Saudi memberi tahu Iran bahwa mereka harus menjauhi wilayah udara jika menyerang Israel ." Demikian bunyi laporan staf pos Jerusalem yang diberitakan The Jerusalem Post, 5 Agustus 21.49 waktu setempat.
Seperti diberitakan The Jerusalem Post, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi berbicara saat konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dan Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne, usai pertemuan membahas konflik antara Israel dan Hamas di Kairo.
Meskipun serangan semacam itu diperkirakan tidak akan meningkat menjadi perang skala penuh, serangan tersebut diperkirakan akan lebih parah daripada serangan pesawat tak berawak pada bulan April.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi memberi tahu Teheran bahwa jika mereka menanggapi pembunuhan Ismail Haniyeh oleh Israel, Yordania tidak akan mengizinkannya memasuki wilayah udaranya, Sky News Arabia melaporkan.
"Riyadh telah menyatakan tidak akan mengizinkan rudal atau drone Iran melewati wilayah udaranya dalam perjalanan ke Israel," kata seorang anggota senior keluarga kerajaan Saudi kepada Kan News pada Senin malam. Pejabat itu menekankan, “Riyadh tidak akan mengizinkan benda asing apa pun melewatinya.”
Jika melihat petah Timur Tengah, Iran memang harus melewati 4 negara Arab untuk menyerang Israel. Di Utara ada Lebanon dan Syria. Di Timur ada Yordania. Sementara di Selatan harus melewati Arab Saudi.
Jika Yordania dan Arab Saudi melarang serangan Iran melewati wilayah udara kedua negara itu, maka Iran bisa melewati Syria atau Lebanon. (tjp/myw)