Partai Golkar mengusung pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma. Pengumuman rekomendasi kepada Melki Laka Lena dan Asadoma bersamaan dengan dukungan terhadap sembilan bakal calon lainnya.
“Di Provinsi NTT, calon Gubernur yang kami usung adalah Emanuel Melkiades Laka Lena dengan wakilnya, Johanis Asadoma," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, dalam video yang telah beredar di berbagai platform media.
Berikut riwayat karir Johanis Asadoma. Sebelum masuk sebagai Wakapolda Sulut, Asadoma menjabat sebagai Karomisinter Divhubinter Polri (2016). Kemudian Wakapolda Sulawesi Utara (2017) dengan pangkat masih Brigjen Pol.
Saat itu Johanis Asadoma menggantikan Wakapolda Sulut lama Refdi Andri. Pelantikan dipimpin eks Kapolda Sulut Irjen Pol (Pur) Bambang Waskito.
Selanjutnya Johanis Asadoma dimutasi menjadi Wakapolda Nusa Tenggara Timur (2018), kemudian promosi sebagai Kadivhubinter Polri (2020), Kapolda Nusa Tenggara Timur (2022), Analis Kebijakan Utama, Bidang Misinter Divhubinter Polri (2023).
Pasangan Melki Laka Lena dan Johanis Asadoma sebelumnya juga telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Gerindra. Partai Golkar maupun Gerindra masing-masing memiliki sebanyak sembilan kursi di DPRD NTT.
Laka Lena dan Johanis Asadoma kini telah mengantongi 18 kursi DPRD NTT seusai mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar dan Gerindra. Jumlah itu sudah cukup untuk mengantarkan Laka Lena dan Johny Asadoma mendaftar ke KPU NTT, mengingat syarat minimal pencalonan adalah 13 kursi.(gnr)
Editor : Grand Regar