Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa ini dirasakan di berbagai wilayah termasuk Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Mataram, dan Sumbawa Barat dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah. Di Denpasar, Klungkung, Karangasem, dan Badung, getaran dirasakan dengan intensitas II MMI, yang menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 19.40 WIB, tidak ada aktivitas gempa susulan yang terdeteksi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta memastikan bangunan tempat tinggal mereka tahan gempa sebelum kembali masuk ke dalam rumah. BMKG juga menekankan pentingnya memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi resmi mereka.(***)
Editor : Tanya Rompas