Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

30 Karung Nilam Setelah Disuling, Bisa Dapat 15 Kg Minyak

Tommy Waworundeng • Senin, 2 September 2024 | 22:47 WIB

 

Casper Kordak, seorang pelaku usaha penyulingan nilam di Sulawesi Utara yang telah beroperasi sejak tahun 2020,
Casper Kordak, seorang pelaku usaha penyulingan nilam di Sulawesi Utara yang telah beroperasi sejak tahun 2020,

MANADOPOST.ID– Di tengah perkembangan industri minyak atsiri, tanaman nilam (Pogostemon cablin benth) telah menjadi komoditas yang semakin diminati di Tanah Nyiur Melambai.

Nilam, yang dikenal sebagai penghasil minyak atsiri bernilai tinggi, kini menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi banyak petani di Sulawesi Utara. Namun, di balik peluang besar ini, petani harus waspada agar tidak menjadi korban praktik yang merugikan.

Casper Kordak, seorang pelaku usaha penyulingan nilam di Sulawesi Utara yang telah beroperasi sejak tahun 2020, mengungkapkan bahwa dari 30 karung nilam kering, bisa dihasilkan sekitar 15 kilogram minyak nilam murni.

Minyak ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dengan harga per gram yang bahkan dapat melebihi harga logam mulia.

Menurut Casper, "Nilam adalah anugerah Tuhan untuk warga Sulawesi Utara. Proses penanaman hingga panennya dapat dilakukan oleh semua kalangan, mulai dari petani penggarap hingga tenaga profesional, dengan hasil yang sangat menjanjikan. Bahkan, dengan mengelola 2.000 rumpun nilam, petani bisa mendapatkan 10-20 kilogram minyak per panen, yang setara dengan pendapatan Rp10-20 juta neto setiap kali panen."

Casper juga menambahkan bahwa dengan lahan seluas satu hektar, seorang petani dapat menghasilkan sekitar 100 kilogram minyak nilam per panen. Dengan potensi tersebut, nilam tidak hanya menjadi komoditas yang menguntungkan tetapi juga mampu mengangkat harkat dan martabat petani di Sulawesi Utara.

Namun, di tengah potensi yang luar biasa ini, petani nilam sebaiknya lebih belajar proses dari penanaman, perawatan, panen, penyulingann sampai penjualan. Dengan begitu, petani bisa menikmati sepenuhnya hasil jerih payah mereka tanpa khawatir dibodohi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Casper Kordak menyarankan para petani untuk terus menanam nilam dengan semangat dan selalu bersyukur atas hasil yang diperoleh. "Jangan pernah berhenti menanam, tetapi juga jangan lupa untuk mengucap syukur. Anugerah ini bisa menjadi berkat jika dikelola dengan bijak," pungkasnya.

Dengan demikian, tanaman nilam benar-benar dapat menjadi "emas hijau" bagi masyarakat Sulawesi Utara, mengangkat ubi perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan petani, selama mereka cerdas dalam mengelola peluang yang ada. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#Nilam #Petani #sumber penghasilan