Sosok Paus Fransiskus dikenal sosok yang sering menyampaikan pesan kepada Umat Manusia mengenai ampunan, pengabdian, dan kerendahan hati.
Tak jarang dalam beberapa momen sakral Paus Fransiskus membasuh dan mencium kaki narapida laki-laki dan perempuan, pemimpin negara hingga orang Muslim.
Momen-Momen Paus Fransiskus dalam Melayani dengan Membasuh Kaki:
1. Tahun 2024
Pada Kamis (28/3/2024), Paus Fransiskus menunjukkan sikap kerendahan hati yang mendalam dalam ritual Kamis Putih di penjara Roma, Italia. Pada kesempatan ini, Paus membasuh dan mencium kaki 12 perempuan narapidana. Momen ini merupakan bagian dari rangkaian upacara Trihari Suci, yang menggambarkan semangat pengabdian dan totalitas Paus Fransiskus dalam melayani umat Katolik, sesuai dengan contoh yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus.
2. Tahun 2023
Tahun sebelumnya, Paus Fransiskus juga melanjutkan tradisi membasuh kaki, kali ini kepada 12 narapidana muda di kapel pusat penahanan remaja Casal del Marmo, Roma, Kamis (6/4/2023). Dalam misa yang disiarkan langsung dan dihadiri lebih dari 80 narapidana, keluarga, serta staf penjara, Paus menunjukkan teladan Yesus dengan mencium kaki mereka. Tradisi ini menjadi simbol kerendahan hati dan pengabdian yang terus dihidupkan oleh Paus.
3. Tahun 2022
Pada Kamis (14/4/2022), Paus Fransiskus kembali menyentuh hati dunia dengan membasuh kaki para narapidana di sebuah penjara di Roma sebagai bagian dari liturgi Kamis Putih. Aksi tersebut menekankan pesan penting dari pihak Vatikan mengenai ampunan, pengabdian, dan kerendahan hati. Di hadapan para narapidana yang menggunakan masker, Paus Fransiskus dengan usia yang rentan terhadap COVID-19 tetap melanjutkan ritual ini sebagai bagian dari peringatan Ekaristi Suci.
4. Tahun 2019
Momen yang penuh makna terjadi pada Kamis (11/4/2019) ketika Paus Fransiskus tiba-tiba berlutut dan mencium kaki para pemimpin Sudan Selatan, termasuk Presiden Salva Kiir dan pemimpin oposisi Riek Machar. Tindakan ini terjadi di Vatikan sebagai bentuk penghormatan Paus terhadap kesepakatan gencatan senjata antara kedua belah pihak. Aksi ini menunjukkan dedikasi Paus terhadap perdamaian dan upaya rekonsiliasi di wilayah-wilayah yang dilanda konflik.
5. Tahun 2016
Paus Fransiskus kembali menjadi simbol kerendahan hati global pada Kamis Putih (26/3/2016) dengan membasuh dan mencium kaki para imigran, termasuk tiga pria muslim, dalam ritual di pusat penampungan pencari suaka di Vatikan. Paus mengecam keras serangan teroris di Brussels dan menekankan bahwa semua agama adalah saudara. Aksi ini merupakan wujud nyata dari upaya Paus untuk membangun persaudaraan lintas agama dan bangsa, serta meneladani kasih sayang universal.
Momen-momen ini menegaskan pesan kuat yang dibawa Paus Fransiskus: bahwa tindakan melayani dan mencintai sesama, tanpa memandang latar belakang, agama, atau status sosial, adalah inti dari pengabdian seorang pemimpin agama.(gnr)
Editor : Grand Regar