MANADOPOST.ID- Sherly Tjoanda istri Almarhum Benny Laos menceritakan jika dua bulan sebelum meninggal karena kecelakaan Speedboat pada Sabtu (12/10) lalu.
Almarhum Benny Laos mengunjungi banyak tempat yang menjadi saksi masa kecilnya. Tempat ia lahir, tempat ia dibesarkan dan beberapa tempat yang menjadi kenangan masa mudanya saat bekerja.
"Selama dua bulan terakhir, Pak Benny pergi ke tempat-tempat masa mudanya. Ke rumah Mama, saat ia dilahirkan. Ia memberitahu bagimana saat mama berjuang untuk melahirkan dia naik kapal hampir mati," ceritanya.
Tak hanya itu, Benny pun mengajak istrinya dan anak sulungnya Edbert untuk Napak Tilas kehidupannya saat masih susah. Saat putus sekolah SMA. Ia juga mengajak istri dan anaknya ke Galala untuk melihat sendiri kondisi di sana.
"Kita diajak ke semua tempat ia bekerja dulu. Ia bertemu dengan sahabat-sahabat. Mungkin memang Tuhan sudah atur seperti itu. Jadi sebelum dia pergi dia mengulang kembali tempat-tempat di mana dia memulai dari seorang anak yang lahir prematur dengan segala keterbatasan dihina miskin putus sekolah paket C, sampai dia tumbuh besar berhasil menjadi orang yang sukses dan
mengangkat derajat mamanya," ucap Sherly.
Lanjutnya, ketika menjadi Bupati di Morotai, Almarhum Benny Laos membangun kehidupan seluruh masyarakat Morotai tanpa tanpa pandang bulu. Semua anak Morotai bisa kuliah gratis karena dia tidak pernah berkesempatan untuk kuliah dia hanya bilang setiap kali turun, karena dirinya cinta dengan masyarakat Maluku Utara .
Editor : Ayurahmi Rais