MANADOPOST.ID--Fraksi Gerindra Tomohon membantah dengan tegas tuduhan yang menyebutkan bahwa penetapan pimpinan DPRD Kota Tomohon dari Partai Gerindra diintervensi oleh Calon Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pimpinan Fraksi Gerindra Tomohon Jeffry Polii didampingi Herson Ali Raemah, dan Jeand'arc Mamahit, di sela Konferensi Pers di Four Point Hotel Manado pada Senin (14/10).
Menanggapi pemberitaan media lokal yang menyebut adanya campur tangan dari Caroll Senduk, Calon Wali Kota koalisi PDIP-Gerindra. Fraksi Gerindra dengan tegas menolak klaim tersebut.
"Kami tegaskan bahwa Fraksi Gerindra Tomohon tetap solid dan tidak terpecah belah, serta semua proses penetapan pimpinan DPRD sepenuhnya adalah kewenangan DPC Partai Gerindra Tomohon," ujar Jeffri Polii.
Polii juga mengingatkan publik agar tidak mudah percaya pada berita bohong atau hoax yang bertujuan memecah belah soliditas internal partai.
Menurutnya, penetapan pimpinan DPRD, termasuk posisi Wakil Ketua DPRD, adalah hak dan kewenangan mutlak Partai Gerindra, dan tidak ada intervensi dari pihak luar.
Sementara itu, Ketua Tim Hukum Partai Gerindra Tomohon, Ralph Poluan SH, MKn, CLA angkat bicara mengenai isu ini.
Ia menegaskan bahwa tim hukum Gerindra saat ini sedang menyelidiki berbagai media lokal yang memuat berita tersebut, guna memastikan apakah mereka memiliki badan hukum yang terdaftar dan terverifikasi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.
"Jika terbukti bahwa media yang menyebarkan berita hoax ini tidak memenuhi syarat-syarat sesuai Undang-Undang Pers, maka tindakan mereka dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penyebaran berita bohong," lugas Poluan.
"Kami tidak akan segan-segan membawa kasus ini ke jalur hukum," sambung Poluan.
Dirinya juga menambahkan bahwa media yang tidak resmi dan tidak terdaftar di Dewan Pers tidak dapat berlindung di bawah Undang-Undang Pers jika terbukti menyebarkan berita palsu.
"Kami sudah mengumpulkan bukti dan akan segera berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan informasi hoax ini," lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gerindra Tomohon juga menegaskan kembali bahwa hubungan koalisi dengan PDIP di Pilkada 2024 tetap solid dan harmonis, dan semua kabar terkait perpecahan internal hanya merupakan isu yang tidak berdasar. Mereka juga mengingatkan agar media selalu menjalankan fungsinya dengan benar sesuai kode etik jurnalistik, demi menjaga kepercayaan publik. (yol)
Editor : Julius Laatung