MANADOPOST.ID--Polda Sulawesi Utara kedatangan Pendeta-pendeta GMIM, Kamis (21/11). Kedatangan para pendeta ini sebagai bentuk solidaritas untuk Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina.
Diketahui Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina kembali diperiksa Penyidik Polda Sulut terkait kasus Dana Hibah. Sebelumnya diperiksa dalam kasus Yayasan GMIM.
Koordinator aksi Pdt Billy Johanis mengatakan aksi damai ini sebagai bentuk solidaritas. "Ini adalah solidaritas para pendeta. Baik ketua wilayah, Ketua jemaat serta pendeta jemaat. Dimana hari ini, Ketua BPMS Pdt Hein Arina untuk yang kedua kalinya diperiksa di Polda Sulut. Yang kedua ini berhubungan dengan hibah," ucapnya.
Menurut Pdt Billy ini menjadi kewajiban mereka untuk mensupport ketua BPMS Pdt Hein Arina. "Karena Pdt Hein Arina diperiksa bukan sebagai pribadi, tapi sebagai Ketua Sinode GMIM. Karena itu wajar kalau kami datang untuk mendampingi dan berdoa," tegasnya.
Pdt Billy menegaskan mendukung Polda Sulut dalam memberantas narkoba, judi online maupun terhadap korupsi. "Tapi yang kami pertanyakan kenapa harus diperiksa menjelang Pilkada," tandasnya.
Diketahui aksi damai ini dihadiri Ketua Wilayah, Ketua Jemaat serta Pendeta Jemaat GMIM. Mereka akan melaksanakan aksi doa.
Ada tiga pokok doa. Pertama berdoa untuk Pemerintah TNI/Polri Kapolda Sulut, Mendoakan Ketua Sinode dan pelaksanaan Pilkada aman, damai dan bermartabat.
Pdt Billy menambahkan aksi damai pendeta GMIM di Polda Sulut hanya untuk berdoa dan mengawal. "Hanya berdoa dan mengawal," tambah pdt Billy.
Sementara itu, aksi damai para pendeta diterima oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi dan Dirreskrimsus Kombes Pol Ganda Saragih.
"Terima Kasih atas kunjungan ke kantor kami. Percayalah kepada kami aparat kepolisian. Terima Kasih atas doanya" tandas Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi. (Rez/Tim MP)
Editor : Clavel Lukas