Yang mulai dari proses syuting hingga produser produk asli Sulut.
Kita tentu harus berbangga. Bukan hanya berbangga, kita wajib mensupport penuh. Mari kita tunjukkan, Sulut mulai bangkit dan maju serta dikenal lebih luas lagi lewat tokoh-tokoh, pariwisata, adat, budaya hingga perfilmannya.
Film Mariara Perjamuan Maut, sebuah produksi asli daerah, siap mengangkat cerita lokal ke layar lebar. Digarap oleh Gorango Picture, film ini menampilkan kekayaan budaya dan bakat dari tanah Minahasa.
Dipimpin sutradara Veldy Reynold dan produser Merdy Rumintjap, film ini mengandalkan sepenuhnya konten lokal. Mulai dari pemeran, kru, hingga peralatan produksi, semuanya berasal dari Sulawesi Utara. Para pemeran utama seperti Leon Alexander, Servie Kamagi, Eric Dajoh, Yashinta Tetelepta, dan Mercy Lateka memberikan warna tersendiri pada kisah yang diangkat.
Menurut produser Merdy Rumintjap, karya ini menjadi bukti bahwa sineas lokal Sulut memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional. "Ayo saksikan film Mariara hanya di bioskop. Ini karya sineas lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produksi industri perfilman nasional," ujarnya dikutip Antara Selasa, 26 November 2024.
Cerita yang dihadirkan mengenai perjamuan syukuran yang diadakan Kepala Desa Sabina merayakan peneguhannya sebagai pejabat terpilih, dan acara sukacita itu berubah tragis ketika Sabina meninggal mendadak di tengah-tengah perjamuan.
Mulanya film tersebut sudah dianggap gagal dan telah mati suri, khususnya ketika badai pandemi COVID-19.
Meski dengan sederet hambatan yang dialami saat proses pembuatannya, film yang diproduksi sejak 2018 dan memulai proses syuting pada 2019 lalu, akhirnya dapat segera dinikmati oleh para pencinta film tanah air pada pengujung tahun 2024
Kalau hari sebelumnya kita selalu mendengar kata 'Ayo ke TPS'. Kali ini mari kita gerakan seluruh elemen yang ada di Sulut untuk saling mengajak. 'Ayo ke Bioskop, Nonton Mariara'.(ler)