MANADOPOST.ID-Ini evaluasi pelaksanaan Pilkada 27 November 2024. Data menunjukkan, warga tidak memilih alias golput makin banyak.
Positifnya, money politik berkurang jauh dan sangat jauh berbeda dibanding pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024.
“Ini ada korelasi. Warga malas memilih karena tidak ada uang seperti Pemilu lalu,” kata Samuel S, mahasiswa.
Menurutnya, realita politik ini justru baik ke depan. Sebab pesta demokrasi yang lalu-lalu marak money politik telah merusak moral dan jadi kemunduran demokrasi.
Senada disampaikan Arnold R yang melihat sisi positif pelaksanaan pesta demokrasi ini. “Ke depan diharapkan 100 persen tak ada lagi money politik. Ini akan jadi prestasi besar bagi pemerintahan Prabowo,” katanya.
Yang pasti, partisipasi pemilih ke depan pun akan membaik seiring tersosialisasinya bahwa money politik telah dilarang.
“Paling baik jika ada regulasi tegas, pelaku money politik langsung dianulir. Diskualifikasi Paslon nakal,” tukasnya.
Samuel S mengusulkan modernisasi sistem pemilihan bagi warga yang tidak memilih akibat berada di luar daerah.
“Harusnya seperti di Amerika Serikat. Bisa memilih dengan mengirim lewat pos. Supaya Hak Pilih tidak hilang,” pungkasnya.(*)
Editor : Clavel Lukas