MANADOPOST.ID – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) telah melahirkan pasangan Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay (YSK-Victory) sebagai pemenang.
Paslon YSK-Victory secara mengejutkan mengalahkan dua big name yakni Elly Lasut dan Steven Kandouw. Hasil survei yang rendah, tak serta merta membuat YSK kalah. Ada strategi dan orang-orang hebat dibelakang YSK. Strategi apa dan siapa mereka?
YSK ketika ditanya Manado Post strategi apa yang digunakan sehingga bisa memenangkan pertarungan Pilgub Sulut? YSK mengaku strateginya sederhana, yaitu seperti bermain halma dan makan bubur panas. "Kamu tahu main halma?," tanya YSK balik ke wartawan.
"Saya menggunakan strategi main halma untuk meraih kemenangan, mengalahkan dua lawan saya yang lebih diunggulkan," kata YSK dengan yakin.
YSK pun menjelaskan Strategi Halma yang dia terapkan. "Kami kan tiga Paslon. Cocok pakai strategi main halma. Kalau hanya dua Paslon, saya juga punya strategi lain. Banyak strategi yang bisa saya gunakan," jelas YSK.
Lanjut YSK, Seperti main halma, kami bertiga berusaha untuk lebih dahulu memenuhi tempat kita di sebelah. "Tentu harus cari jalan masing masing dan tidak boleh salah melangkah. Dan biasanya akan saling menghalangi jalan," jelas YSK.
Lanjut YSK, di luar debat, kedua lawannya juga saling serang, saling bantah, saling adu argumen dan lain lain. Bahkan bersaing di media. "Ibarat main halma, kedua saingan saya ini saling menutup jalan. Saling menghalangi jalan. E2L jalan ke sana, SK tutup. SK mau melangkah ke sana, E2L tutup," jelasnya.
Menurut YSK, saat kedua Paslon ini bertarung di tengah, saling menghalangi di tengah, dirinya diam diam sudah melangkah maju lewat samping kanan dan samping kiri.
"Karena mereka berdua telah tertumpuk di tengah. Bahkan markas atau wilayah mereka telah kosong. Semua sudah keluar dan numpuk di tengah, tapi sulit masuk ke wilayah yang mereka tuju. Saya maju lewat samping kiri dan kanan, bahkan bidak saya melangkah masuk dan keluar meminjam wilayah mereka yang sudah kosong untuk sampai ke wilayah saya di seberang. Main halma, kita bisa melangkah masuk ke wilayah mereka, asalkan tidak berhenti di dalam wilayah lawan. Harus melangkah keluar lagi ke wilayah netral. Diam diam bidak saya sudah berhasil mencapai daerah segitiga tujuan saya yang letaknya di seberang. Mereka tersadar saat bidak saya sudah memenuhi wilayah saya di seberang. Dengan demikian saya lah pemenangnya," jelas YSK.
Suksesnya strategi halma dan bubur panas yang diterapkan YSK-Victory, ternyata ada peran purnawirawan TNI bintang 2 yang ikut terlibat dia adalah Mayor Jenderal TNI (Purn) Burlian Sjafei. Kemudian ada tiga purnawirawan jenderal TNI bintang 1 seperti Brigadir Jenderal TNI (Purn) Amrizal Brigadir Jenderal TNI (Purn) Yusep Sudrajat, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Bedali Harefa. Mereka merupakan teman satu angkatan YSK di TNI tahun 1988.
"Kami ini seangkatan dan sudah berteman sejak masa pendidikan hingga aktif bertugas. Ketika YSK memutuskan maju di Pilkada Sulut, kami merasa terpanggil untuk membantu sahabat kami," ujar Brigjen (Purn) Amrizal.
Amrizal aktif menggalang dukungan dengan memanfaatkan jaringan mantan anak buahnya di Batalyon Infanteri 712/WT. Sementara itu, Mayjen (Purn) Burlian Sjafei, seorang ahli strategi TNI-AD yang terakhir menjabat sebagai staf khusus Kasad, berperan sebagai konsultan politik untuk YSK.
Mayjen (Purn) Burlian menyoroti pentingnya strategi dan konsistensi dalam memenangkan Pilkada. "Ada empat faktor utama yang memengaruhi keberhasilan calon kepala daerah. Pertama ideologi, strategi, materi, dan konsistensi. YSK memiliki semuanya. Namun, demokrasi tetap membutuhkan partisipasi rakyat," tegas Burlian.
Ia juga mengkritik fenomena ketergantungan pada hasil survei yang sering kali bias. "Banyak survei yang lemah metodologinya atau memiliki motif ekonomi dan politik. Kami mengandalkan data survei internal yang valid, dan kami tidak akan membukanya kepada publik selama proses berlangsung," tambahnya.
Bagi Brigjen (Purn) Yusep Sudrajat, YSK adalah pemimpin yang bertanggung jawab dan mengutamakan keselamatan anak buahnya. "YSK selalu menyelesaikan tugas dengan baik dan mendahulukan kepentingan orang lain di atas dirinya. Rakyat Sulut tidak salah memilih pemimpin," ungkapnya.
Sudrajat juga berharap YSK dapat memprioritaskan pengentasan kemiskinan dan pengangguran. "Saya terharu melihat perjuangannya. Sebagai sahabat, saya hanya berpesan agar dia membawa kesejahteraan bagi Sulut," ujarnya dengan nada emosional.
Brigjen (Purn) Bedali Harefa menekankan karakter tegas YSK. "YSK selalu bersikap hitam-putih, tanpa abu-abu. Saat dilantik, dia menyatakan prioritasnya adalah memberantas korupsi dan mafia tanah di Sulut," kata Bedali.
Para Jenderal ini menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan YSK dalam memajukan Sulut. "Kami siap membantu demi mewujudkan visi Sulut yang lebih baik," tutup mereka dengan penuh keyakinan. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight