MANADOPOST.ID-Kota Manado, sebagai salah satu kota utama di Sulawesi Utara, memperlihatkan dinamika dunia kerja yang menarik berdasarkan data tahun 2023. Dari total 198.895 pekerja berusia 15 tahun ke atas, mayoritas penduduk Kota Manado bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai, mencapai angka 104.721 orang. Sektor ini menjadi tulang punggung utama ekonomi kota dengan kontribusi signifikan dari laki-laki sebanyak 69.326 pekerja dan perempuan sebanyak 35.395 pekerja.
Selain itu, kelompok pekerja yang berusaha sendiri juga cukup menonjol dengan jumlah 62.157 orang. Data ini menunjukkan tingginya semangat wirausaha di Kota Manado, mencerminkan keberadaan usaha mikro hingga menengah yang berkembang pesat di wilayah tersebut. Meski demikian, pekerja bebas dan pekerja keluarga tak dibayar berada di posisi terendah, masing-masing hanya mencapai 8.167 dan 8.732 orang.
Diagram batang di atas menunjukkan distribusi status pekerjaan penduduk di Kota Manado tahun 2023 berdasarkan jenis kelamin. Data ini memperlihatkan bahwa kelompok Buruh/Karyawan/Pegawai mendominasi dengan total 104.721 pekerja, diikuti oleh kelompok yang Berusaha sendiri sebanyak 62.157 orang.
Rincian Status Pekerjaan Penduduk
Penduduk bekerja dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan status pekerjaan utama mereka:
- Berusaha sendiri: 62.157 jiwa (35.763 laki-laki, 26.394 perempuan).
- Berusaha dibantu buruh tidak tetap/tidak dibayar: 9.985 jiwa (6.037 laki-laki, 3.948 perempuan).
- Berusaha dibantu buruh tetap/dibayar: 5.133 jiwa (2.310 laki-laki, 2.823 perempuan).
- Buruh/Karyawan/Pegawai: 104.721 jiwa (69.326 laki-laki, 35.395 perempuan).
- Pekerja bebas: 8.167 jiwa (7.115 laki-laki, 1.052 perempuan).
- Pekerja keluarga/tidak dibayar: 8.732 jiwa (1.692 laki-laki, 7.040 perempuan).
Perbedaan kontribusi gender juga terlihat pada beberapa sektor, seperti pekerja keluarga, yang lebih banyak diisi oleh perempuan, serta buruh/karyawan yang lebih dominan diisi oleh laki-laki. Fenomena ini mencerminkan pola peran dan tanggung jawab tradisional yang masih berpengaruh dalam dunia kerja.
Dengan latar belakang suasana perkotaan tropis, Kota Manado terus berkembang sebagai pusat perekonomian di kawasan timur Indonesia. Data ini menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menyusun kebijakan yang mendukung pertumbuhan lapangan kerja yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy